Kalseldaily.com Banjar – Pembangunan Bendungan Riam Kiwa di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, hingga kini belum memasuki tahap pelaksanaan fisik. Proyek strategis tersebut masih terkendala proses pendanaan dan berada di bawah kewenangan Balai Wilayah Sungai (BWS) III Kalimantan.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPRP Kabupaten Banjar, Jimmy, mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan rencana pembangunan bendungan tersebut dan telah berkoordinasi langsung dengan BWS.
“Informasi dari BWS, sampai sekarang pembangunan Bendungan Riam Kiwa masih dalam tahap proses pendanaan. Kondisinya tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya,” ujarnya, Selasa, 3 Februari 2026.
Meski belum ada pekerjaan fisik, BWS III Kalimantan disebut optimistis pembangunan dapat mulai dilakukan pada 2026, setidaknya untuk tahap awal berupa pembangunan infrastruktur akses menuju lokasi bendungan.
Jika rencana tersebut terealisasi, Kecamatan Sungai Pinang diperkirakan akan merasakan dampak langsung. Sejumlah ruas jalan direncanakan akan ditangani BWS untuk menunjang mobilisasi material proyek.
Namun, Jimmy mengakui optimisme serupa juga pernah disampaikan pada tahun-tahun sebelumnya tanpa realisasi. Meski demikian, pihaknya tetap berharap pembangunan dapat benar-benar dimulai tahun ini.
Sementara itu, kondisi jalan rigid di Desa Sungai Tabuk juga menjadi perhatian akibat kerusakan parah karena tergerus aliran Sungai Riam Kiwa. Hal tersebut telah disampaikan kepada BWS, meski fokus utama saat ini masih pada rencana pembangunan bendungan.
Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum RI, Dody Hanggodo, menyatakan Bendungan Riam Kiwa diprogramkan mulai dikerjakan pada 2026. Ia menargetkan percepatan perencanaan agar bendungan yang diproyeksikan mampu mereduksi banjir hingga 70 persen tersebut segera memberikan manfaat bagi masyarakat. (Daily/Fin)















Leave a Reply