Kalseldaily.com Banjarmasin – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Selatan mencatat inflasi tahunan (year on year/y-on-y) Januari 2026 sebesar 4,66 persen. Inflasi terjadi seiring kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 106,33 pada Januari 2025 menjadi 111,28 pada Januari 2026, berdasarkan pemantauan di lima kabupaten/kota.
Kepala BPS Kalsel, Mukhamad Mukhanif, menyebut inflasi dipicu kenaikan harga pada sebagian besar kelompok pengeluaran. Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga mengalami kenaikan tertinggi 10,65 persen, disusul perawatan pribadi dan jasa lainnya 23,47 persen, serta makanan, minuman, dan tembakau 2,80 persen.
Kelompok lain yang turut naik yakni kesehatan 3,45 persen, pendidikan 3,55 persen, pakaian dan alas kaki 1,65 persen, serta penyediaan makanan dan minuman/restoran 2,04 persen. Sementara itu, transportasi mengalami penurunan 0,46 persen, dan informasi, komunikasi, serta jasa keuangan turun 0,28 persen.
Komoditas utama penyumbang inflasi y-on-y antara lain emas perhiasan, tarif listrik, beras, rokok kretek mesin, ikan papuyu, tarif rumah sakit, bawang merah, sewa rumah, daging ayam ras, serta biaya pendidikan.
Sebaliknya, komoditas yang menahan inflasi di antaranya cabai merah, cabai rawit, bawang putih, angkutan udara, ikan gabus, ikan nila, dan udang basah.
Dari sisi kontribusi kelompok pengeluaran, inflasi terbesar berasal dari perawatan pribadi dan jasa lainnya (1,79 persen) serta perumahan, air, listrik, dan BBRT (1,43 persen).
Untuk inflasi bulanan (month to month/m-to-m), komoditas dominan pendorong inflasi adalah emas perhiasan, beras, daging ayam ras, bayam, tomat, dan ikan, sementara penahan inflasi antara lain bawang merah, cabai, angkutan udara, dan bensin. (Daily/Fin)















Leave a Reply