Kalseldaily.com Kotabaru – Rencana Pemerintah Kabupaten Kotabaru untuk memusatkan Ramadhan Saijaan Fest atau Pasar Wadai di sepanjang Jalan Singabana akhirnya dibatalkan. Keputusan ini diambil setelah rapat koordinasi yang digelar di Kantor Kelurahan Kotabaru Tengah, Rabu (4/2), berlangsung alot dan mendapat penolakan dari perwakilan warga setempat.
Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan sejumlah keberatan, mulai dari persoalan teknis hingga masalah legalitas penggunaan bahu jalan. Berbagai masukan dan protes itu membuat rencana awal Pemkab Kotabaru tidak dapat dilanjutkan.
Untuk menghindari polemik berkepanjangan, pemerintah daerah memilih langkah cepat dengan memindahkan lokasi pasar takjil tahunan tersebut ke kawasan Siring Laut.
Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Koperindag) Kotabaru, Risa Ahyani, menjelaskan bahwa lokasi baru akan memanfaatkan Jalan Sisingamangaraja, yang selama ini dikenal ramai saat pelaksanaan Car Free Day (CFD).
“Lokasi ini dinilai lebih representatif dan minim konflik karena tidak bersinggungan langsung dengan kawasan pemukiman padat,” jelas Risa kepada Radar Banjarmasin, Kamis (5/2).
Di lokasi baru, penataan lapak pedagang akan dibuat lebih tertib. Lapak hanya akan ditempatkan di satu sisi jalan, yakni sisi yang menghadap ke laut, mulai dari depan Hotel Siring Dewi hingga kawasan Kantor Pos. Sementara itu, sisi jalan yang mengarah ke darat tetap dibuka untuk lalu lintas kendaraan.
Dengan konsep tersebut, masyarakat tetap bisa menikmati suasana ngabuburit dan berburu takjil dengan sistem semi drive-thru tanpa menyebabkan kemacetan total di pusat kota.
Meski lokasi berpindah dalam waktu singkat, pemerintah memastikan kuota pedagang tetap terakomodasi. Sekitar 20 unit tenda disiapkan untuk mendukung kegiatan Ramadhan Saijaan Fest tahun ini. (Daily/Fin)














Leave a Reply