Kalseldaily.com Banjarbaru – Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan berdampak besar terhadap lahan pertanian milik warga. Ribuan hektare sawah dan lahan hortikultura terendam, menyebabkan aktivitas tanam terganggu dan sebagian lahan belum dapat diolah kembali.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kalimantan Selatan, Syamsir Rahman, menyebutkan total lahan pertanian yang terdampak banjir diperkirakan mencapai sekitar 12 ribu hektare. Dampak banjir tidak hanya mengenai tanaman pangan seperti padi dan jagung, tetapi juga lahan hortikultura.
“Sebagian lahan sudah mulai ditangani secara mandiri oleh petani. Namun masih ada lahan yang belum bisa dilakukan penanaman kembali karena kondisi tanah dan air belum sepenuhnya pulih,” ujar Syamsir di Banjarbaru, Senin (9/2/2026).
Ia menjelaskan, lahan pertanian yang terdampak tersebar di beberapa daerah, seperti Kabupaten Banjar, Tapin, dan Tanah Laut. Pada wilayah tersebut, banjir menyebabkan tanaman rusak dan menghambat proses olah lahan.
Menurutnya, pemulihan lahan pertanian memerlukan waktu karena petani harus memastikan kondisi tanah kembali layak tanam, termasuk pembersihan sisa lumpur dan pengendalian organisme pengganggu tanaman pascabanjir.
“Biasanya petani sudah mengantisipasi dengan pengalaman yang ada. Mereka membersihkan lahan terlebih dahulu sebelum kembali menanam,” katanya.
Syamsir menambahkan, pemerintah daerah melalui dinas pertanian setempat terus melakukan pendataan ulang terhadap lahan yang terdampak banjir. Pendataan ini penting untuk memastikan kondisi lahan serta kebutuhan petani di lapangan.
Sementara itu, dukungan dari pemerintah provinsi dilakukan melalui pendampingan teknis dan koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota. Bantuan diberikan secara selektif, menyesuaikan dengan kondisi lahan dan kemampuan anggaran yang tersedia. (Daily/Fin)














Leave a Reply