Kalseldaily.com Banjarbaru – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Kalimantan Selatan Eddy Khairani secara resmi membuka Rapat Koordinasi (Rakor) antara PPIH Kloter, Petugas Haji Daerah (PHD), serta Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Embarkasi Banjarmasin bersama PPIH Non Kloter. Kegiatan ini diikuti oleh lulusan Diklat PPIH Arab Saudi Angkatan I Tahun 2026.
Dalam sambutannya, Eddy Khairani menegaskan bahwa rakor menjadi momentum strategis untuk mempertemukan seluruh petugas haji dari berbagai unsur dan daerah.
Pertemuan ini bertujuan membangun komunikasi yang efektif serta memperkuat sinergi dalam pelaksanaan operasional ibadah haji tahun 2026.
“Kegiatan ini kita laksanakan untuk mempertemukan seluruh petugas dari berbagai unsur agar terbangun komunikasi yang baik sejak awal. Dengan komunikasi yang efektif, koordinasi di lapangan akan berjalan selaras dan saling menguatkan antarpetugas,” ujar Eddy Khairani di Aula Jeddah Asrama Haji Banjarmasin, Senin (9/2).
Ia menekankan bahwa penyelenggaraan ibadah haji merupakan kerja besar yang melibatkan banyak pihak dan membutuhkan kekompakan serta pemahaman terhadap peran masing-masing.
Menurutnya, sinergi menjadi kunci utama dalam menjaga kualitas pelayanan jamaah, terutama di tengah dinamika dan tekanan tugas di lapangan.
Eddy Khairani secara khusus menyoroti peran petugas kloter yang membersamai jamaah sejak keberangkatan hingga kembali ke tanah air.
Petugas kloter diminta membangun kerja sama yang solid serta mengedepankan semangat melayani demi memberikan pelayanan terbaik kepada jamaah haji.
“Petugas kloter adalah garda terdepan pelayanan. Mereka yang paling dekat dengan jamaah. Dalam kondisi operasional yang menguras tenaga dan emosi, jika tidak terbangun sinergi yang baik, sangat mungkin terjadi gesekan antarpetugas, dan ini tentu berdampak pada pelayanan jamaah,” tegasnya.
Selain itu, ia juga meminta agar seluruh petugas menjalin kerja sama yang harmonis dengan ketua regu, ketua rombongan, serta KBIHU.
Kolaborasi lintas unsur tersebut dinilai sangat penting untuk menunjang kelancaran tugas di lapangan.
“Kerja sama dengan ketua regu, ketua rombongan, dan KBIHU harus terus diperkuat. Dengan kolaborasi yang baik, jamaah akan merasa terlindungi, terbimbing, dan terlayani dengan optimal selama menjalankan ibadah haji,” katanya.
Dalam arahannya, Eddy Khairani mengingatkan seluruh petugas agar senantiasa memedomani Rencana Kerja, baik di tingkat kloter maupun perorangan, sebagai satu kesatuan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang menjadi pedoman utama pelayanan.
Lebih lanjut, ia berharap seluruh petugas haji dari unsur pusat dan daerah dapat bersama-sama mengawal kesuksesan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026, termasuk dengan menekan angka kematian dan jamaah hilang, serta meminimalkan keluhan jamaah terhadap pelayanan.
“Semua petugas harus benar-benar sigap, responsif, dan mengutamakan pelayanan jamaah di atas kepentingan pribadi. Jamaah adalah amanah, dan pelayanan kepada mereka harus menjadi prioritas utama,” pungkasnya. (Daily/Fin)















Leave a Reply