Kalseldaily.com Banjarbaru – Pemerintah Kota Banjarbaru mulai menerapkan efisiensi anggaran secara ketat dalam perencanaan pembangunan tahun 2027. Belanja yang bersifat seremonial dan dinilai kurang berdampak langsung kepada masyarakat dikurangi, agar anggaran lebih terarah pada program prioritas.
Komitmen tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru, Sirajoni, saat membuka Forum Konsultasi Publik Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 di Aula Gawi Sabarataan, Rabu (11/2).
Menurutnya, efisiensi dilakukan di berbagai lini, termasuk dalam pelaksanaan rapat dan kegiatan pemerintahan. “Kami memprioritaskan kegiatan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Sekarang rapat cukup dengan snack, tidak lagi nasi kotak. Efisiensi ini kami lakukan agar pelayanan kepada masyarakat tetap maksimal,” ujarnya.
Dalam rancangan RKPD 2027, Pemko Banjarbaru menetapkan empat fokus pembangunan, yakni peningkatan kualitas sumber daya manusia yang berdaya saing, peningkatan produktivitas ekonomi sektor tersier, pemerataan infrastruktur dan konektivitas perkotaan, serta peningkatan kualitas pelayanan publik melalui penguatan reformasi birokrasi.
Adapun tema pembangunan tahun depan adalah “Penguatan Produktivitas Ekonomi Berbasis Daya Saing SDM dan Penataan Kota yang Terintegrasi.” Tema tersebut disusun berdasarkan evaluasi capaian pembangunan, kondisi ekonomi daerah, serta tantangan strategis yang dihadapi.
Secara ekonomi, Banjarbaru menunjukkan kinerja positif. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi pada 2024 mencapai 6,71 persen, tertinggi di Kalimantan Selatan. Sektor transportasi dan pergudangan menjadi penyumbang terbesar dengan kontribusi 29,72 persen.
Selain itu, tingkat kemiskinan pada 2025 tercatat 3,44 persen atau sekitar 11.065 jiwa. Tingkat Pengangguran Terbuka turun menjadi 4,75 persen, sementara Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 82,2, tertinggi di Kalsel. (Daily/Fin)













Leave a Reply