Kalseldaily.com Banjarbaru – Pemerintah Kota Banjarbaru terus mematangkan pengembangan kawasan Aero City yang diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis bandara. Hingga saat ini, pengembangan kawasan tersebut sudah masuk tahap lanjutan, baik dari sisi perencanaan maupun pengendalian pemanfaatan ruang.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Banjarbaru, Rahmah Khairita, mengatakan seluruh dokumen perencanaan kawasan Aero City telah disiapkan secara lengkap. Dokumen itu mencakup masterplan, Rencana Detail Tata Ruang (RDTR), hingga Peraturan Zonasi yang kini masih dalam proses penetapan.
Menurutnya, keberadaan dokumen tersebut menjadi pedoman penting agar pembangunan kawasan berjalan terarah dan sesuai rencana. Dengan dasar itu, pengembangan Aero City diharapkan tidak dilakukan secara sporadis, tetapi terkontrol dan berkelanjutan.
Rahmah menjelaskan, pengembangan Aero City tidak hanya sebatas perencanaan. Pemerintah juga mulai melakukan pembenahan infrastruktur pendukung, terutama peningkatan jalan akses menuju kawasan bandara dan koridor utama ke Aero City. Konektivitas menjadi perhatian awal agar kawasan ini mudah dijangkau dan siap berkembang.
Ia menegaskan, konsep yang diusung adalah airport city, yakni menjadikan kawasan sekitar bandara sebagai pusat kegiatan ekonomi, bukan hanya sebagai tempat naik-turun penumpang. Di dalamnya akan dikembangkan berbagai aktivitas seperti bisnis, logistik, industri, perdagangan, dan jasa.
Pengembangan Aero City mengedepankan konsep kawasan campuran, terintegrasi dengan transportasi publik, serta berbasis Transit Oriented Development (TOD). Dengan konsep ini, kawasan dirancang lebih efisien, tertata, dan saling terhubung antar-fungsi.
Selain aspek ekonomi, pemerintah juga memperhatikan unsur keberlanjutan. Ruang terbuka hijau tetap disiapkan, serta direncanakan pembangunan hunian terjangkau bagi masyarakat, termasuk bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Secara wilayah, pengembangan Aero City mencakup Kecamatan Landasan Ulin dan Kecamatan Liang Anggang dengan luas total sekitar 7.216 hektare. Landasan Ulin diposisikan sebagai gerbang masuk kota sekaligus pusat aktivitas ekonomi karena dekat dengan bandara. Sementara Liang Anggang diarahkan sebagai kawasan pengembangan baru dengan potensi logistik dan pergudangan.
Pengembangan kedua wilayah tersebut akan dilakukan secara bertahap dan melibatkan berbagai sektor agar pertumbuhan kawasan sejalan dengan kesiapan infrastruktur dan minat investasi.
Melalui proyek Aero City, Pemkot Banjarbaru berharap dapat menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mampu mendorong investasi, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan daya saing kota, baik di tingkat regional maupun nasional. (Daily/Fin)















Leave a Reply