Menu

Mode Gelap

Kesehatan

Penguatan Kesehatan Masyarakat Jadi Fokus Monev Pelayanan Kesehatan Keluarga di Kalsel


 Penguatan Kesehatan Masyarakat Jadi Fokus Monev Pelayanan Kesehatan Keluarga di Kalsel Perbesar

Kalseldaily.com Banjarmasin – Penguatan pelayanan kesehatan masyarakat menjadi fokus utama dalam Pertemuan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pelayanan Kesehatan Keluarga bagi kabupaten dan kota se-Kalimantan Selatan yang digelar di Banjarmasin, (12/2). Kegiatan ini bertujuan memastikan layanan kesehatan berjalan optimal dan berdampak langsung pada penurunan angka kematian ibu, angka kematian bayi, serta stunting.

Pendekatan kesehatan yang dibahas menitikberatkan pada siklus hidup keluarga. Artinya, layanan kesehatan diberikan secara berkelanjutan sejak masa kehamilan, kelahiran, balita, usia sekolah, remaja, hingga lansia. Dengan pendekatan ini, masyarakat diharapkan mendapatkan pelayanan yang lebih merata, terencana, dan berkesinambungan.

“Melalui pendekatan siklus hidup, kita ingin memastikan setiap anggota keluarga mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak, berkualitas, dan berkelanjutan,” ujar Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, Rahmadi.

Dalam pertemuan tersebut, dibahas berbagai tantangan pelayanan kesehatan di lapangan, mulai dari kualitas layanan ibu dan anak, pemantauan status gizi, hingga akurasi data kesehatan. Evaluasi ini menjadi dasar untuk memperbaiki intervensi agar lebih tepat sasaran sesuai kebutuhan masyarakat di masing-masing daerah.

Fokus utama penguatan kesehatan masyarakat diarahkan pada peningkatan pelayanan antenatal care bagi ibu hamil, pemantauan tumbuh kembang bayi dan balita, serta pemenuhan gizi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan. Upaya ini dinilai sangat menentukan dalam mencegah stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan generasi mendatang.

Selain ibu dan anak, perhatian juga diberikan pada kesehatan anak usia sekolah dan remaja. Edukasi gizi, pemantauan kesehatan, serta pembiasaan pola hidup sehat sejak dini menjadi bagian penting dalam menyiapkan generasi emas 2045.

Rahmadi menyampaikan bahwa meskipun tren angka kematian ibu dan bayi di Kalimantan Selatan mulai menurun, tantangan di lapangan masih ada dan memerlukan kerja bersama. Kolaborasi berbagai pihak dinilai penting agar pelayanan kesehatan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Kesehatan masyarakat tidak bisa ditangani secara parsial. Perlu kerja bersama dan keterlibatan banyak pihak agar upaya penurunan angka kematian ibu, bayi, dan stunting dapat berjalan lebih cepat dan berkelanjutan,” katanya. (Daily/Fin)

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Writer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Lainnya

Banjarmasin Kekurangan Dokter Forensik dan Urologi, Dinkes Siapkan Rekrutmen

6 March 2026 - 23:16

Minum Air Hangat Sebelum Sarapan Sedang Tren di Tiktok? Ini Penjelasan Para Ahli

5 March 2026 - 22:50

23 Sampel Diuji, Takjil Pasar Wadai Banjarmasin Aman Dikonsumsi

4 March 2026 - 22:10

Puasa 12–14 Jam Aman bagi Tubuh Sehat, Waspadai Risiko Dehidrasi

28 February 2026 - 22:39

BBPOM Banjarbaru Pastikan Takjil di Pasar Wadai Ramadan Aman Dikonsumsi

27 February 2026 - 22:19

Olahraga 30 Menit Cukup Jaga Kebugaran Saat Puasa

26 February 2026 - 22:59

Trending di Kesehatan