Kalseldaily.com Banjarbaru – Dinas Lingkungan Hidup (DLH Kota Banjarbaru) terus mengintensifkan penanganan pohon tua dan rawan tumbang di sejumlah titik wilayah kota. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mitigasi risiko demi menjaga keselamatan masyarakat, terutama di jalur hijau dan kawasan permukiman.
Kepala Bidang Tata Lingkungan DLH Kota Banjarbaru, Hafid, mengatakan sepanjang tahun 2026 pihaknya telah memangkas 58 pohon dan menebang 36 pohon yang dinilai berpotensi membahayakan.
“Penanganan kami lakukan berdasarkan permohonan masyarakat dan hasil survei lapangan. Jika pohon dinilai membahayakan karena sudah tua, kering, atau lapuk, maka segera kami tindak lanjuti,” ujarnya, Rabu (18/2).
Menurut Hafid, secara regulasi DLH bertanggung jawab terhadap pohon yang berada di jalur hijau. Namun dalam praktiknya, DLH tetap menyesuaikan pelayanan dengan kebutuhan masyarakat yang mengajukan permohonan penanganan pohon di lingkungan mereka.
Saat ini, DLH juga tengah melakukan pemetaan pohon rawan tumbang di sejumlah wilayah. Dari hasil survei sementara, kawasan Landasan Ulin tercatat memiliki titik rawan terbanyak, disusul wilayah Cempaka.
Dalam beberapa hari terakhir, penanganan telah dilakukan di sejumlah lokasi di Cempaka, di antaranya di depan gardu induk yang terdapat pohon pinus besar dalam kondisi kering dan lapuk. Penanganan serupa juga dilakukan di area Puskesmas Cempaka Rawat Inap karena keberadaan pohon trembesi dan ketapang yang berpotensi merusak bangunan.
Selain itu, DLH melakukan pemangkasan dan penebangan di belakang kolam renang dekat Masjid Muhajirin, di Lapangan Murjani yang terdapat pohon pinus kering di area lapangan sepak bola, serta di samping Bank Mandiri.
Hafid menambahkan, jenis pohon trembesi menjadi perhatian khusus karena karakter perakarannya yang tidak masuk ke dalam tanah secara kuat, sehingga lebih rentan tumbang, terutama saat hujan lebat dan angin kencang.
Sebagai langkah jangka panjang, DLH Banjarbaru menyiapkan program peremajaan pohon yang direncanakan mulai dilaksanakan setelah Lebaran. Pohon-pohon yang ditebang akan diganti dengan tanaman baru yang lebih aman dan sesuai dengan kondisi perkotaan.
“Kami juga tetap menjalankan pemangkasan rutin di sepanjang Jalan Ahmad Yani serta beberapa ruas jalan utama lainnya,” tambahnya.
DLH turut mengimbau masyarakat agar selektif dalam menanam pohon di lingkungan masing-masing. Warga disarankan memilih tanaman pelindung yang tidak terlalu tinggi dan memiliki perakaran kuat, seperti angsana atau mahoni. (Daily/Fin)















Leave a Reply