Kalseldaily.com Banjarbaru – Operasional penerbangan internasional dari Kalimantan Selatan menuju Kuala Lumpur, Malaysia sejak Oktober 2025 belum berdampak signifikan terhadap peningkatan permohonan paspor. Meski akses ke luar negeri kini lebih mudah, jumlah pemohon masih berada pada kisaran normal.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banjarmasin, Yoga Aria Prakoso Wardoyo, mengatakan hingga kini belum terlihat lonjakan berarti.
“Permohonan paspor belum menunjukkan penambahan yang signifikan. Walaupun ada kenaikan, jumlahnya belum mencolok,” ujarnya, Jumat (20/2/2026).
Secara umum, jumlah pemohon paspor masih berkisar 100–120 orang per hari. Padahal, secara teori pembukaan rute internasional seharusnya mendorong kebutuhan dokumen perjalanan seiring meningkatnya mobilitas masyarakat.
Meski demikian, kinerja layanan sepanjang 2025 tetap positif. Periode 1 Januari–29 Desember 2025, Imigrasi Banjarmasin menerbitkan 52.185 dokumen perjalanan RI, terdiri dari paspor biasa 24 halaman, paspor biasa 48 halaman, dan paspor elektronik 48 halaman. Dari layanan tersebut, PNBP tercatat mencapai Rp37,08 miliar.
Kebutuhan pembuatan paspor didominasi untuk ibadah haji dan umrah, disusul perjalanan wisata, pendidikan, kesehatan, serta pekerjaan di luar negeri. Pada layanan izin tinggal keimigrasian, tercatat 4.476 layanan sepanjang 2025 dengan PNBP Rp2,74 miliar.
Di bidang pengawasan, berbagai operasi keimigrasian juga dilakukan untuk memastikan kepatuhan warga negara asing. Data perlintasan menunjukkan 58.669 lalu lintas orang asing melalui TPI di wilayah kerja Imigrasi Banjarmasin, yakni Pelabuhan Trisakti, Pelabuhan Tabaneo, dan Bandara Syamsudin Noor. (Daily/Fin)














Leave a Reply