Kalseldaily.com Banjarbaru – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memastikan kesiapan operasional Masjid Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari yang berada di kawasan perkantoran Gubernur Kalsel, Banjarbaru. Masjid milik pemerintah provinsi ini ditargetkan mulai aktif digunakan untuk kegiatan ibadah berjemaah pada April 2026.
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kalsel, Fahrurazi, mengatakan berbagai persiapan dasar telah dilakukan untuk mendukung operasional masjid, mulai dari penyiapan sumber daya manusia hingga layanan pendukung bagi jemaah.
“Pada prinsipnya, kesiapan operasional sudah kami siapkan. Imam telah melalui proses seleksi dan ditetapkan dua orang yang memiliki latar belakang qori. Salah satunya juga hafidz Al-Qur’an dan telah berprestasi di tingkat nasional,” ujar Fahrurazi, Kamis (26/2).
Selain imam, pihaknya juga telah menunjuk dua orang muazin dengan kualifikasi bacaan yang baik dan pengalaman mengikuti berbagai ajang keagamaan.
“Muazin yang dipilih juga memiliki rekam jejak prestasi. Salah satunya pernah meraih juara Festival Anak Saleh tingkat nasional di Jakarta serta juara MTQ golongan remaja tingkat Provinsi Kalimantan Selatan,” jelasnya.
Untuk menunjang kenyamanan dan kebersihan lingkungan masjid, Pemprov Kalsel menyiapkan tiga petugas kebersihan yang akan bertugas secara rutin.
“Dengan tiga petugas kebersihan ini, kami berharap kebersihan masjid dapat terjaga dengan baik. Kenyamanan jemaah menjadi perhatian utama, karena kebersihan adalah bagian penting dari rumah ibadah,” katanya.
Aktivasi penuh kegiatan salat berjemaah direncanakan setelah seluruh sarana dan prasarana penunjang tersedia. Beberapa fasilitas yang masih dilengkapi antara lain karpet atau sajadah serta mimbar khatib.
“Target kami, paling lambat April sudah bisa digunakan secara aktif untuk salat berjemaah, setelah seluruh perlengkapan penunjang benar-benar siap,” ungkap Fahrurazi.
Ia berharap kehadiran masjid ini dapat menjadi pusat kegiatan ibadah bagi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemprov Kalsel, sekaligus masyarakat sekitar kawasan perkantoran gubernur.
Ke depan, Pemprov Kalsel juga berkomitmen mesjid ini tidak hanya jadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi ruang pembinaan rohani dengan khutbah dan ceramah yang menghadirkan khatib-khatib berkualitas dengan materi ceramah yang menyejukkan dan memberikan pencerahan. (Daily/Fin)













Leave a Reply