Kalseldaily.com Banjarmasin – Kesan kumuh di kawasan Dermaga Pasar Baru, Kota Banjarmasin, mulai berkurang setelah rehabilitasi dermaga oleh Dinas Perhubungan (Dishub) setempat resmi rampung. Dermaga yang sebelumnya didominasi material kayu ulin kini telah berdiri lebih kokoh dengan konstruksi yang lebih kuat dan aman.
Meski demikian, sejumlah pedagang menilai pembenahan tersebut belum menyentuh kawasan di sekitar dermaga. Anang Ramlan (64), pedagang yang telah puluhan tahun berjualan di lokasi itu, mengatakan kondisi lingkungan sekitar masih tampak sepi dan kurang terawat.
“Kalau sepi ini sebelum perbaikan dermaga pun sudah sepi. Selain dermaga, di kawasan sini tidak ada pembenahan lain,” ujarnya, Jumat (27/2/2026).
Menurut Ramlan, banyak toko di sekitar dermaga yang kosong, lapuk, dan terbengkalai. Aktivitas perdagangan pun menurun karena sebagian bangunan kini hanya difungsikan sebagai gudang. Kondisi tersebut membuat kawasan dermaga tetap terkesan lengang.
Ia juga mengungkapkan minat masyarakat menggunakan transportasi air semakin berkurang. Perkembangan infrastruktur jalan dan kemajuan transportasi darat dinilai lebih efisien dari segi waktu dan biaya.
“Sekarang orang lebih banyak lewat darat. Lebih cepat dan hemat ongkos. Akhirnya dermaga cuma jadi pembagus pemandangan,” katanya.
Hal serupa disampaikan Arif, pekerja dermaga yang telah bekerja sejak 1976 membantu penumpang kapal. Ia merasakan penurunan jumlah penumpang dari tahun ke tahun.
Pada hari biasa, tiga hingga lima penumpang sudah tergolong lumayan. Sepuluh penumpang dianggap ramai, sementara 20 penumpang biasanya terjadi menjelang hari raya atau saat ada kegiatan besar seperti haul.
“Saya sudah dari 1976 merasa dermaga ya cuma seperti ini, minat makin berkurang,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dishub Banjarmasin, Slamet Begjo, mengatakan rehabilitasi dermaga kini tinggal menunggu jadwal peresmian.
Ia menegaskan, perbaikan tersebut menjadi salah satu prioritas pemerintah kota sepanjang 2025 guna menunjang mobilitas penumpang dan barang melalui jalur sungai.
Menurutnya, rehabilitasi tidak hanya mempercantik tampilan, tetapi juga memperkuat konstruksi demi keamanan dan ketahanan dermaga.
Pasalnya, Dermaga Pasar Baru melayani rute jarak jauh, termasuk perjalanan dari Banjarmasin menuju wilayah Palangkaraya serta sejumlah kabupaten di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.
“Konstruksi lama sudah tidak mumpuni untuk menunjang beban kerja dermaga, apalagi melayani rute jarak jauh,” jelas Slamet.
Ia menambahkan, dermaga tetap difungsikan sebagai terminal penumpang sekaligus titik bongkar muat barang. Kapal-kapal besar dari Palangkaraya yang membawa komoditas perdagangan masih rutin bersandar di lokasi tersebut.
Pemerintah Kota Banjarmasin menegaskan rehabilitasi ini merupakan bentuk komitmen dalam menjaga eksistensi transportasi sungai.
Namun, sejumlah pedagang berharap pembenahan juga menyasar kawasan sekitar dermaga agar aktivitas ekonomi kembali tumbuh dan kawasan tidak lagi terkesan sepi. (Daily/Fin)
SC: Radar Banjarmasin













Leave a Reply