Kalseldaily.com Tanah Bumbu – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Tanah Bumbu mulai menunjukkan peningkatan pada awal 2026. Dinas Kesehatan setempat mencatat sebanyak 12 kasus DBD terjadi sepanjang Februari 2026.
Sebelumnya, pada Januari 2026 tercatat tujuh kasus. Melihat tren tersebut, Dinas Kesehatan Tanah Bumbu mengingatkan masyarakat agar lebih aktif melakukan upaya pencegahan melalui pemberantasan sarang nyamuk di lingkungan masing-masing.
Sekretaris Dinas Kesehatan Tanah Bumbu, Andi Arman Rikki, mengatakan langkah pencegahan paling efektif dilakukan melalui gerakan 3M Plus.
Gerakan tersebut meliputi menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, serta mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.
Menurutnya, langkah tersebut mampu memutus siklus hidup nyamuk Aedes aegypti yang menjadi penyebab utama penularan penyakit DBD.
“Nyamuk ini biasanya berkembang biak di tempat penampungan air bersih seperti bak mandi, ember, tandon, maupun genangan air hujan di sekitar rumah,” kata Arman.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk rutin membersihkan tempat penampungan air minimal sekali dalam seminggu. Selain itu, tandon atau drum air perlu ditutup rapat agar tidak menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.
Barang bekas seperti ban, kaleng, dan botol juga diminta segera dikubur atau didaur ulang karena dapat menampung air hujan yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.
Selain itu, warga diimbau menimbun genangan air di sekitar rumah yang dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.
Arman menambahkan, Dinas Kesehatan bersama puskesmas terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar gerakan pemberantasan sarang nyamuk dapat dilakukan secara mandiri dan berkelanjutan di lingkungan tempat tinggal. (Daily/Fin)















Leave a Reply