Kalseldaily.com Banjarmasin – Kegiatan Reses SAPA (Serap Aspirasi) yang digelar Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PAN, H. Sudian Noor, berlangsung dengan cara berbeda. Dalam dialog bersama mahasiswa Jum’at (13/03/2026) di General Building Lecture Theater ULM Banjarmasin, Sudian Noor justru meminta “oleh-oleh” dari para mahasiswa.
Namun oleh-oleh yang dimaksud bukanlah barang, melainkan aspirasi dan gagasan mahasiswa terkait kondisi masyarakat yang nantinya akan dibawa sebagai bahan perjuangan dalam sidang di DPR RI.
“Oleh-oleh yang saya minta dari teman-teman mahasiswa adalah aspirasi. Ini yang akan saya bawa ke Senayan sebagai bekal dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat,” ujar H. Sudian Noor dalam kegiatan reses tersebut.

Diskusi berlangsung santai namun interaktif. Berbagai isu disampaikan mahasiswa, mulai dari peluang menjadi pendamping halal, jaminan kehalalan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), persoalan lingkungan, hingga keluhan masyarakat terkait kondisi infrastruktur jalan yang rusak.
Salah satu peserta, Syahwan, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat (ULM), menyampaikan pandangannya bahwa kegiatan sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan yang dilakukan anggota DPR/MPR RI tidak seharusnya hanya menjadi kegiatan seremonial.
“Kegiatan sosialisasi 4 pilar seperti ini tidak hanya sebatas seremonial, tetapi kegiatan yang berimplikasi langsung kepada masyarakat,” ujar Syahwan.
Menanggapi hal tersebut, H. Sudian Noor menjelaskan bahwa berbagai kegiatan sosialisasi dan reses selama ini memang diarahkan untuk menghasilkan program nyata yang berdampak bagi masyarakat.

Ia menyebutkan sejumlah program yang telah direalisasikan, diantaranya sertifikasi Juru Sembelih Halal (Juleha) yang tidak hanya ditujukan untuk kebutuhan dalam negeri tetapi juga berpotensi mendukung pasar internasional. Saat ini terdapat sekitar 200–300 Juleha di Kalimantan Selatan, dengan target ke depan satu desa memiliki satu Juleha.
Selain itu, Sudian Noor juga mendorong sertifikasi guru ngaji melalui metode Tilawati, pemberian BPJS Ketenagakerjaan bagi penyuluh agama, serta sertifikasi halal bagi pelaku UMKM.
Di bidang sosial kemanusiaan, ia menyampaikan bahwa berbagai bantuan juga telah disalurkan kepada masyarakat, termasuk bantuan mitigasi banjir senilai Rp1,5 miliar, bantuan bagi korban banjir bandang di Balangan senilai Rp1,4 miliar, serta bantuan sosial berupa kursi roda, kaki palsu, dan alat bantu lainnya bagi masyarakat yang membutuhkan.

Tak hanya itu, Sudian Noor juga berkomitmen memberikan bantuan beasiswa hingga lulus perguruan tinggi bagi siswa Sekolah Rakyat sebagai upaya membuka akses pendidikan yang lebih luas.
Menurutnya, kegiatan sosialisasi 4 pilar maupun reses bukan sekadar agenda formal, tetapi menjadi media untuk menjemput aspirasi masyarakat, termasuk dari kalangan mahasiswa.
“Aspirasi inilah yang menjadi oleh-oleh saya untuk dibawa ke gedung parlemen, agar kebijakan yang diambil benar-benar berangkat dari kebutuhan masyarakat,” tegasnya.
Melalui dialog terbuka bersama mahasiswa, H. Sudian Noor berharap lahir berbagai gagasan kritis yang dapat menjadi kontribusi nyata dalam pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. (Daily/md)
















Leave a Reply