Kalseldaily.com Jakarta – Pemerintah berencana menerapkan kebijakan work from home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) setiap hari Jumat setelah Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah. Kebijakan ini disiapkan sebagai salah satu langkah penghematan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) di tengah tekanan ekonomi global.
Rencana tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, yang menyebutkan bahwa aturan WFH masih dalam tahap perumusan dan akan segera diterapkan usai Lebaran. Menurutnya, kebijakan tersebut akan bersifat wajib bagi ASN, sementara untuk sektor swasta hanya berupa imbauan.
“WFH akan didetailkan. Tetapi sesudah Lebaran kita akan berlakukan. Untuk ASN maupun imbauan untuk swasta, tetapi bukan yang bekerja di sektor pelayanan publik,” ujar Airlangga.
Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan bahwa kebijakan terkait WFH sebenarnya telah diputuskan oleh pemerintah. Saat ini, aturan tersebut tinggal menunggu pengumuman resmi dari pemerintah pusat.
“Sudah diputuskan, nanti diumumkan. Bukan saya yang akan menyampaikan, nanti oleh Pak Menko Perekonomian,” kata Purbaya.
Kebijakan ini juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang meminta jajaran pemerintah mengkaji langkah penghematan energi di tengah situasi global yang tidak menentu. Salah satu opsi yang dinilai efektif adalah penerapan kerja dari rumah bagi pegawai pemerintah.
Menurut Purbaya, pemilihan hari Jumat sebagai waktu pelaksanaan WFH dipertimbangkan karena memiliki jam kerja paling singkat sehingga dinilai tidak terlalu berdampak pada produktivitas.
“Kalau diliburkan kan yang dipilih yang berdampak paling kecil ke produktivitas. Jumat kan paling pendek jam kerjanya,” ujarnya.
Ia memperkirakan kebijakan ini berpotensi menghemat konsumsi BBM hingga sekitar 20 persen. Selain itu, pemerintah juga berharap kebijakan tersebut dapat mendorong aktivitas ekonomi, termasuk meningkatkan konsumsi masyarakat dan penerimaan pajak.
Penerapan sistem kerja WFH untuk menghemat energi sebelumnya juga telah diterapkan di sejumlah negara, seperti Vietnam, Filipina, Thailand, hingga Pakistan, sebagai langkah menghadapi tekanan ekonomi dan krisis energi global. (Daily/Fin)















Leave a Reply