Menu

Mode Gelap

Nasional

Dua Emiten Sawit Haji Isam Raup Hampir Rp5 Triliun Sepanjang Tahun 2025


 Dua Emiten Sawit Haji Isam Raup Hampir Rp5 Triliun Sepanjang Tahun 2025 Perbesar

Kalseldaily.com Banjarbaru – Pengusaha nasional Andi Syamsuddin Arsyad atau yang akrab disapa Haji Isam mencatatkan kinerja impresif dari bisnis kelapa sawitnya sepanjang 2025. Dua perusahaan yang terafiliasi dengannya, yakni PT Pradiksi Gunatama Tbk dan PT Jhonlin Agro Raya Tbk, berhasil meraih total pendapatan hampir Rp5 triliun, terdorong oleh tren kenaikan harga komoditas sawit.

PT Pradiksi Gunatama Tbk membukukan pendapatan bersih sebesar Rp792,72 miliar, meningkat 7,3% dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp738,5 miliar. Pendapatan tersebut didominasi oleh penjualan minyak kelapa sawit (CPO) sebesar Rp694,9 miliar, disusul inti sawit (PK) Rp96,4 miliar, serta produk cangkang Rp1,32 miliar.

Menariknya, sekitar 87,66% pendapatan PGUN berasal dari transaksi dengan pihak berelasi, terutama PT Jhonlin Agro Raya Tbk. Kolaborasi dalam satu grup ini dinilai mampu menjaga stabilitas penyerapan produksi di tengah dinamika pasar global.

Perusahaan yang berdiri sejak 1995 ini beroperasi di Kecamatan Batu Engau, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, dengan luas izin usaha mencapai 22.782,14 hektare. Hingga 2024, seluruh area tersebut telah tertanam, dengan 19.491,38 hektare di antaranya merupakan tanaman menghasilkan, serta didukung satu pabrik kelapa sawit berkapasitas 90 ton per jam.

Dari sisi profitabilitas, PGUN mencatat lonjakan laba bersih menjadi Rp159,3 miliar, hampir dua kali lipat dibandingkan 2024 sebesar Rp79,18 miliar. Kenaikan ini turut mendongkrak laba per saham (EPS) menjadi Rp27,76 dari sebelumnya Rp13,8. Peningkatan laba ini terutama ditopang oleh efisiensi biaya, tercermin dari beban pokok penjualan yang justru turun tipis 0,81% menjadi Rp515,4 miliar.

Sementara itu, PT Jhonlin Agro Raya Tbk menunjukkan performa operasional yang kuat dengan mencatatkan pendapatan sebesar Rp4,27 triliun, naik 10,62% dari Rp3,86 triliun pada 2024.

Namun, kenaikan pendapatan tersebut diiringi peningkatan beban, mulai dari beban pokok penjualan yang mencapai Rp3,52 triliun hingga kenaikan beban penjualan, administrasi, dan bunga keuangan. Meski demikian, JARR tetap mampu mencatat laba kotor sebesar Rp750,28 miliar, meningkat signifikan dari Rp610,6 miliar pada tahun sebelumnya, menandakan margin perusahaan masih terjaga.

Sebagai informasi, PT Jhonlin Agro Raya Tbk merupakan perusahaan hilirisasi sawit terintegrasi yang berbasis di Kalimantan Selatan. Perusahaan ini mengolah CPO menjadi berbagai produk bernilai tambah seperti biodiesel, minyak goreng merek JAR, RBDPO, hingga PFAD, dengan dukungan fasilitas refinery, biodiesel, dan fractionation berkapasitas besar. (Daily/md)

SC: Sawit Indonesia

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Writer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Lainnya

Biaya Haji 2026 Turun Rp2 Juta, Pemerintah Tahan Dampak Kenaikan Avtur

9 April 2026 - 13:51

BGN Klarifikasi Isu 70 Ribu Motor Listrik, Harganya Rp42 Juta, Lebih Murah dari Pasaran

8 April 2026 - 20:04

Gosong! IRGC Klaim Hancurkan Pesawat AS di Isfahan

6 April 2026 - 12:15

Tabalong Dapat Program Agroforestri 30 Hektare, Dorong Ekonomi dan Tekan Emisi

4 April 2026 - 20:13

Kemenag Siapkan LPDU, Targetkan Optimalisasi Dana Umat hingga Rp1.000 Triliun per Tahun

2 April 2026 - 22:35

Indonesia Desak PBB Selidiki Tewasnya Tiga Prajurit UNIFIL di Lebanon

1 April 2026 - 19:56

Trending di Nasional