Menu ✖

Mode Gelap

Kotabaru

Kotabaru Waspadai Karhutla dan Kekeringan, Sekda Tekankan Pentingnya Ketersediaan Air


 Kotabaru Waspadai Karhutla dan Kekeringan, Sekda Tekankan Pentingnya Ketersediaan Air Perbesar

Kotabaru, KalselDaily.com – Memasuki musim kemarau, Pemerintah Kabupaten Kotabaru memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan. Salah satu langkah yang dilakukan melalui Rapat Koordinasi Kedaruratan Bencana Karhutla dan Kekeringan yang digelar BPBD Kotabaru di Aula Bamega, Selasa (8/9/2026).

Sekretaris Daerah Kotabaru H. Eka Safruddin, AP., M.AP., yang mewakili Bupati Kotabaru H. Muhammad Rusli, membuka kegiatan tersebut. Ia mengingatkan bahwa musim kemarau berpotensi menimbulkan persoalan serius, mulai dari keterbatasan air bersih dan terganggunya sektor pertanian hingga meningkatnya risiko karhutla yang berdampak terhadap lingkungan, kesehatan, dan perekonomian masyarakat.

Menurutnya, ketersediaan air menjadi salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian serius, terutama di wilayah Pulau Laut. Selama ini, Kotabaru kerap menghadapi keterbatasan sumber air sehingga pemerintah daerah terus berupaya mencari dan mengembangkan sumber air baku untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Kotabaru identik dengan susah air. Secara peralatan karhutla dan mobil kita ada, tetapi sumber airnya tidak ada dan ini menjadi permasalahan,” tegas Eka Safruddin.

Ia menambahkan, potensi sumber air baku di wilayah daratan Kalimantan perlu turut diperhatikan sebagai salah satu alternatif untuk mendukung kebutuhan air di Kotabaru, khususnya ketika kemarau berlangsung panjang. Karena itu, penanganan bencana tidak cukup hanya mengandalkan kesiapan peralatan, tetapi juga harus didukung ketersediaan sumber air dan perencanaan yang matang.

Sekda mengajak seluruh unsur pemerintah daerah, pihak swasta, aparat, dan masyarakat untuk memperkuat koordinasi serta bersinergi dalam upaya pencegahan dan penanganan bencana. Melalui kerja sama tersebut, diharapkan potensi karhutla dapat ditekan dan dampak kekeringan terhadap masyarakat bisa diminimalkan.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kotabaru Hj. Melinda Ratna Agustina, S.STP., M.IP., melaporkan bahwa rapat koordinasi dilaksanakan berdasarkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana dan diikuti sekitar 80 peserta. Ia menyampaikan bahwa Kabupaten Kotabaru telah berstatus siaga darurat, sehingga BPBD meningkatkan kewaspadaan, mempersiapkan sumber daya, serta memperkuat komunikasi, informasi, dan edukasi kepada masyarakat.

Melalui rapat koordinasi ini, Pemkab Kotabaru berharap dapat merumuskan langkah-langkah konkret dan terpadu dalam menghadapi ancaman karhutla maupun kekeringan. Kesiapan seluruh pihak menjadi penting agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan dampak bencana terhadap masyarakat serta lingkungan dapat dikurangi. (Daily).

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Writer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Lainnya

Peringati Hari Pangan Sedunia 2026, Pemkab Kotabaru Gelar Gerakan Pangan Murah

22 October 2026 - 13:29

Pemkab Kotabaru Peringati Hari Santri Nasional 2026, Teguhkan Peran Santri Menuju Indonesia Emas

22 October 2026 - 13:26

Pimpin Apel HKN di Kotabaru, Kepala BKN RI Serahkan Penghargaan dan Pacu Kinerja ASN

21 October 2026 - 13:27

Bupati Kotabaru H. Muhammad Rusli Lantik 41 Kades Terpilih

21 October 2026 - 08:56

Kadis Kominfo Kotabaru Perkuat Sinergi dengan Insan Pers untuk Penyebarluasan Informasi Pembangunan

20 October 2026 - 22:46

Bupati Kotabaru Tinjau Lokasi Rencana Pembangunan Sekolah Rakyat dan Rumah Sakit di Tanjung Lalak

20 October 2026 - 21:35

Trending di Kotabaru