Banjarbaru, KalselDaily.com – Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi kelas reguler pagi BJB B semester 7 sukses menggelar pagelaran musik bertajuk “UFUK” di Lapangan 2 CitraMitra City, Banjarbaru, Minggu (25/10/2026).
Menghadirkan Pusakata, mantan vokalis Payung Teduh, acara ini menawarkan pengalaman berbeda melalui konser musik akustik pada pagi hari.
UFUK dirancang sebagai ruang kontemplasi sekaligus sarana melepas penat bagi penonton untuk menyambut hari baru melalui musik. Dengan suasana terbuka dan konsep pertunjukan yang intim, acara ini memberikan alternatif menikmati musik jauh dari hiruk-pikuk aktivitas perkotaan.
Konsep intimate concert menjadi daya tarik utama UFUK. Jumlah penonton dibatasi agar suasana pertunjukan terasa lebih dekat antara musisi dan audiens. Penonton menikmati alunan musik sambil duduk lesehan menggunakan bean bag dan tikar yang ditempatkan mengelilingi panggung tanpa sekat barikade (no barrier).
Suasana tersebut semakin terasa ketika Pusakata membawakan sejumlah lagu yang akrab di telinga penonton, di antaranya Ruang Tunggu, Untuk Perempuan yang Sedang dalam Pelukan, Kehabisan Kata, hingga lagu populer Akad. Penampilan akustik yang santai membuat penonton dapat menikmati musik sekaligus meresapi pesan yang disampaikan melalui setiap lagu.
Di sela-sela penampilannya, Pusakata juga menyampaikan keprihatinan terhadap bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan. Ia mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan serta menjaga dan melestarikan alam demi keberlangsungan hidup bersama.

Pusakata turut mengapresiasi kerja keras panitia mahasiswa yang dinilainya mampu menyelenggarakan acara dengan baik dan profesional. Keberhasilan tersebut menjadi hasil kerja sama tim, mulai dari tahap persiapan sejak dini hari hingga pelaksanaan kegiatan yang berlangsung tertib.
Ketua Panitia UFUK, Noval Wirayuda, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan serta pengunjung yang hadir dalam kegiatan tersebut.
“Terima kasih banyak sudah percaya dan mendukung penuh terselenggaranya acara UFUK ini,” ujarnya.
Apresiasi juga disampaikan Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi, Risa Dwi Ayuni. Ia menilai panitia mampu mengambil langkah penyesuaian di tengah kondisi cuaca dan ancaman karhutla yang terjadi di Kalimantan Selatan.
Menurutnya, aspek kesehatan dan kenyamanan pengunjung tetap menjadi perhatian melalui imbauan penggunaan masker serta penyesuaian jam pertunjukan. Langkah mitigasi tersebut dilakukan agar kegiatan dapat berlangsung dengan aman dan nyaman.
Sementara itu, Wakil Dekan III FISIP, M. Agus Humaidi, menegaskan bahwa kegiatan seperti UFUK menjadi bagian penting dari proses pembelajaran mahasiswa di luar ruang kelas. Melalui penyelenggaraan acara secara langsung, mahasiswa dapat mengasah kemampuan bekerja sama, mengelola kegiatan, menyelesaikan konflik, serta membangun sikap pantang menyerah.
Ia berharap pengalaman tersebut dapat menjadi bekal bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi untuk menghadapi dunia kerja yang menuntut kreativitas, kemampuan beradaptasi, dan keterampilan menyelesaikan persoalan secara nyata.
Melalui UFUK, mahasiswa tidak hanya menghadirkan pertunjukan musik, tetapi juga menunjukkan bahwa pembelajaran komunikasi dapat diwujudkan melalui karya, kolaborasi, dan pengalaman langsung di tengah masyarakat. (Daily)














Leave a Reply