Kalseldaily.com Banjarbaru – Lonjakan harga plastik kini mulai dirasakan pedagang kecil di Kalimantan Selatan (Kalsel). Kenaikan yang disebut mencapai hingga 100 persen ini membuat banyak pemilik warung harus memutar otak agar tetap bisa berjualan tanpa merugi.
Salah satu cara yang dilakukan adalah mengurangi penggunaan kantong plastik, terutama untuk pembelian dalam jumlah kecil. Bahkan, ada pedagang yang memilih mengikat dua butir telur menggunakan tali rafia karena keuntungan penjualannya tidak sebanding dengan harga plastik yang kini semakin mahal.
Di sejumlah warung di Kalsel, kebijakan baru pun mulai diterapkan. Pembeli dengan nilai belanja rendah tidak lagi diberikan kantong plastik, sehingga harus membawa barangnya sendiri. Meski terasa kurang nyaman, langkah ini dinilai sebagai solusi sementara agar usaha tetap bertahan.
Kenaikan harga plastik ini dipicu oleh terganggunya pasokan bahan baku global, khususnya nafta yang berasal dari Timur Tengah. Konflik geopolitik di kawasan tersebut membuat distribusi tersendat dan produksi menurun.
Dampaknya tidak hanya dirasakan di Kalsel, tetapi juga secara global. Saat ini, industri plastik masih bertahan dengan menekan kapasitas produksi di tengah ketidakpastian pasokan dan lonjakan biaya produksi. (Daily/md)















Leave a Reply