Menu

Mode Gelap

Ekonomi

Avtur Meroket di April 2026, Biaya Operasional Maskapai Dipastikan Terkerek


 Avtur Meroket di April 2026, Biaya Operasional Maskapai Dipastikan Terkerek Perbesar

Jakarta KalselDaily.com– Kenaikan tajam harga bahan bakar pesawat (avtur) terjadi secara serentak di berbagai bandara di Indonesia sepanjang April 2026. Lonjakan ini mencapai lebih dari 70 persen dibandingkan bulan sebelumnya, memicu kekhawatiran terhadap dampaknya pada industri penerbangan.

Penyesuaian harga yang dilakukan oleh PT Pertamina (Persero) mulai berlaku sejak awal April dan mencakup seluruh bandara domestik maupun internasional. Salah satu yang paling mencolok terlihat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, di mana harga avtur domestik melonjak dari kisaran Rp13 ribuan per liter pada Maret menjadi lebih dari Rp23 ribu per liter di April.

Kenaikan serupa juga terjadi di sejumlah bandara utama lainnya seperti Surabaya, Denpasar, hingga Balikpapan. Rata-rata harga avtur domestik kini berada di kisaran Rp24 ribu hingga Rp25 ribu per liter, naik signifikan dari sebelumnya yang masih di level Rp15 ribuan.

Tak hanya rute domestik, lonjakan juga terjadi pada avtur untuk penerbangan internasional. Harga yang sebelumnya berada di kisaran 70–80 sen dolar AS per liter, kini melonjak menjadi lebih dari 140 hingga 150 sen dolar AS per liter di hampir seluruh bandara besar Tanah Air.

Kondisi ini diperkirakan akan memberikan tekanan besar terhadap maskapai penerbangan, mengingat avtur merupakan salah satu komponen biaya operasional terbesar. Dengan kenaikan yang cukup drastis dalam waktu singkat, potensi penyesuaian tarif tiket pesawat pun terbuka lebar.

Pengamat penerbangan menilai, lonjakan harga ini tidak hanya berdampak pada maskapai, tetapi juga dapat memengaruhi mobilitas masyarakat serta sektor pariwisata yang mulai pulih. Jika tren ini berlanjut, maskapai kemungkinan harus melakukan efisiensi atau bahkan mengurangi frekuensi penerbangan di sejumlah rute.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi terkait faktor utama yang mendorong kenaikan harga avtur secara signifikan. Namun, fluktuasi harga minyak dunia serta nilai tukar rupiah disebut-sebut menjadi faktor yang turut memengaruhi kebijakan penyesuaian tersebut. (Daily/md).

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Writer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Lainnya

WFH ASN Akan Dihentikan Jika Harga Minyak Kembali Stabil

6 May 2026 - 11:10

Realisasi investasi di Kalsel capai Rp32 triliun pada 2025

27 April 2026 - 21:19

Prabowo Lantik Hanif Faisol Nurofiq sebagai Wamenko Pangan

27 April 2026 - 21:06

Lawan Petugas Saat Ditangkap, Anggota KKB Tewas Ditembak di Puncak Jaya

23 April 2026 - 09:23

Wagub Hasnuryadi Sulaiman Tanam Pohon di Arboretum Ayu Tirta Peringati Hari Bumi 2026

23 April 2026 - 09:10

19 Kloter Haji Kalselteng Siap Terbang, Bandara Syamsudin Noor Pastikan Layanan Optimal

23 April 2026 - 08:58

Trending di Banjarbaru