Kalseldaily.com Jakarta – Insiden gangguan kesehatan kembali terjadi dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kali ini, puluhan siswa di wilayah Duren Sawit, Jakarta Timur dilaporkan mengalami keluhan seperti sakit perut, diare, dan mual setelah mengonsumsi makanan yang disediakan program tersebut.
Laporan awal diterima dari pihak sekolah pada Kamis (2/4), yang menyebutkan sekitar 36 siswa menunjukkan gejala serupa. Setelah dilakukan pendataan lebih lanjut, jumlah siswa terdampak bertambah menjadi 60 orang. Seluruh siswa telah mendapatkan penanganan medis dan kondisi mereka kini dilaporkan berangsur membaik.
Menu yang disajikan sebelum kejadian terdiri dari spaghetti bolognese, bola daging, scramble egg tofu, sayuran, serta buah stroberi. Dugaan sementara mengarah pada kualitas makanan yang menurun akibat jeda waktu cukup lama antara proses pengolahan dan distribusi ke siswa.
Menanggapi kejadian ini, Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah cepat dengan menghentikan operasional dapur penyedia makanan di lokasi tersebut. Selain itu, evaluasi menyeluruh juga dilakukan terhadap standar pengolahan dan distribusi makanan dalam program MBG.
Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menyampaikan permohonan maaf atas insiden tersebut sekaligus memastikan tanggung jawab penuh terhadap para korban.
“Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. BGN juga akan bertanggung jawab terhadap seluruh biaya pengobatan di rumah sakit,” ucap Nanik di Jakarta, Sabtu (4/4).
BGN juga menegaskan akan memperketat pengawasan guna memastikan kualitas dan keamanan pangan tetap terjaga dalam pelaksanaan program ke depan. Selain itu, dapur SPPG Pondok Kelapa 2 untuk sementara waktu dihentikan operasionalnya hingga memenuhi standar yang ditetapkan. (Daily/md)















Leave a Reply