Jakarta, KalselDaily.com – Bunda PAUD Provinsi Kalimantan Selatan Hj. Fathul Jannah Muhidin terus memperkuat sinergi dan koordinasi dalam mendorong penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang berkualitas, inklusif, dan ramah anak di Kalimantan Selatan.
Hal tersebut disampaikan Hj. Fathul Jannah didampingi Ketua Pokja PAUD Kalimantan Selatan Hj. Masrupah Syarifuddin saat melakukan audiensi dan konsultasi bersama Bunda PAUD se-Kalimantan Selatan dengan Direktur PAUD Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Republik Indonesia, di Jakarta, Jumat (25/9/2026) siang.
Audiensi tersebut menjadi ruang untuk menyampaikan perkembangan penyelenggaraan PAUD di Kalimantan Selatan sekaligus membahas berbagai langkah penguatan program agar selaras dengan kebijakan dan prioritas pemerintah pusat.
Dalam pertemuan itu, para Bunda PAUD kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan juga menyampaikan berbagai tantangan dan kendala yang dihadapi di daerah masing-masing. Mulai dari pemerataan akses layanan, sarana dan prasarana, hingga kebutuhan penguatan kualitas layanan PAUD.
Hj. Fathul Jannah menegaskan, penguatan PAUD tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, Bunda PAUD, satuan pendidikan, orang tua, serta seluruh unsur masyarakat.
“PAUD ini menjadi bagian penting dalam menyiapkan fondasi anak. Karena itu, kita ingin layanan PAUD di Kalimantan Selatan terus kita perkuat, bukan hanya dari sisi pembelajaran, tetapi juga dari lingkungan, kualitas layanan, serta keterlibatan keluarga dan masyarakat,” ujar Hj. Fathul Jannah.
Hj. Fathul Jannah juga menekankan pentingnya koordinasi antara Bunda PAUD provinsi dengan Bunda PAUD kabupaten/kota hingga tingkat kecamatan dan desa/kelurahan. Menurutnya, koordinasi tersebut diperlukan agar kebijakan dan program dapat diterapkan secara lebih terarah sesuai dengan kebutuhan masing-masing daerah.
Penguatan tersebut sejalan dengan komitmen Bunda PAUD Kalsel dalam mendorong terwujudnya PAUD yang ramah anak. Sebelumnya, Hj. Fathul Jannah juga menekankan tiga aspek penting dalam penguatan PAUD, yakni akses dan keadilan, peningkatan kualitas layanan PAUD ramah anak, serta tata kelola dan kolaborasi.
“Alhamdulillah, berkat kolaborasi kita semua kami mendapatkan penghargaan sebagai Bunda PAUD Provinsi Terbaik I se-Indonesia kategori Wiyata Darma Utama beberapa waktu lalu. Tentunya capaian ini menjadi penghargaan bagi kita semua, terutama bunda-bunda PAUD di 13 kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan,” tuturnya.
Melalui audiensi tersebut, Hj. Fathul Jannah bersama Bunda PAUD se-Kalimantan Selatan berkomitmen untuk terus memperkuat komunikasi dengan pemerintah pusat. Berbagai masukan dan pengalaman yang disampaikan dalam dialog diharapkan menjadi bahan dalam pengembangan program PAUD yang lebih sesuai dengan kebutuhan daerah.
Sementara itu, Direktur PAUD Kemendikdasmen Kurniawan mengapresiasi kehadiran rombongan Bunda PAUD se-Kalimantan Selatan dalam audiensi tersebut.
“Dengan rombongan mencapai 80 peserta, ini menjadi rekor bagi kami sebagai jumlah peserta terbanyak yang menjadi tamu ke kita. Untuk itu saya ucapkan terima kasih atas kehadirannya,” ujar Kurniawan saat membuka diskusi.
Kurniawan menjelaskan, pemerintah terus mendorong penguatan layanan PAUD, baik dari sisi akses maupun kualitas. Penyediaan sarana dan prasarana yang esensial, aman, dan nyaman menjadi bagian penting dalam menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas bagi anak usia dini.
“Pemerintah mendorong perluasan akses lewat peningkatan daya tampung, afirmasi di daerah 3T, hingga pembenahan akreditasi,” katanya.
Selain itu, penguatan PAUD juga menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan Wajib Belajar 13 Tahun, khususnya melalui pemenuhan satu tahun pendidikan prasekolah. Kebijakan tersebut membutuhkan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah agar ketersediaan layanan serta daya tampung PAUD semakin merata.
Kurniawan menambahkan, penguatan PAUD tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga mencakup peningkatan kualitas pembelajaran, penguatan pendidikan karakter dan kesehatan sekolah, digitalisasi pembelajaran, serta pengembangan literasi, numerasi, sains, dan teknologi sejak usia dini.
Usai melakukan audiensi, Hj. Fathul Jannah menyerahkan cendera mata sebagai kenangan-kenangan atas kunjungannya, selanjutnya, para peserta juga melakukan foto bersama jajaran Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal Kemendikdasmen. (Daily/adpim).















Leave a Reply