Menu

Mode Gelap

Kesehatan

Kasus Kekerasan Perempuan Meningkat Enam Tahun Terakhir


 Kasus Kekerasan Perempuan Meningkat Enam Tahun Terakhir Perbesar

Kalseldaily.com Banjarmasin – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) menggelar kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (16 HAKTP). Namun di balik semarak kampanye tahunan itu, justru terkuak fakta mencengangkan: angka kekerasan di Kota Seribu Sungai terus naik drastis dalam enam tahun terakhir.

Data UPTD PPA membeberkan lonjakan kasus yang kian mengkhawatirkan. Pada 2019 tercatat 57 kasus, tahun 2020 naik menjadi 77 kasus, tahun 2021 melonjak lagi 91 kasus, lalu 2022 tembus 156 kasus. Sempat turun di 2023 sebanyak 132 kasus, tapi kembali meningkat tajam di 2024 menjadi 180 kasus.

Dan yang lebih mengejutkan, hingga Oktober 2025 saja sudah ada 168 kasus, diprediksi melampaui tahun sebelumnya. Wali Kota Banjarmasin, H. M Yamin HR menegaskan bahwa kekerasan dalam bentuk apa pun tak bisa ditoleransi. “Tindak kekerasan bukan perkara yang bisa diterima atau toleransi,” kata Yamin.

Ia menambahkan, pemerintah berkomitmen penuh mengawal perlindungan bagi setiap korban. Namun, Yamin juga menyebut penanganan kekerasan bukan hanya tugas pemerintah semata, melainkan tanggung jawab bersama.

“Kita harus memberi support kepada korban dengan menegakkan anti kekerasan. Harapannya melalui kampanye ini bisa memberikan edukasi bahwa kekerasan adalah tindakan yang melanggar norma,” ujarnya.

Kepala DPPPA Banjarmasin, Muhammad Ramadhan menilai meningkatnya laporan bukan hanya soal naiknya kasus, tetapi karena masyarakat makin berani melapor. Madan menyebut angka 2025 berpotensi melampaui 2024, namun itu bukan sepenuhnya kabar buruk.

“Korban sudah mulai berani speak up dan kanal laporan semakin terbuka. Pemerintah juga semakin cepat menangani,” katanya.

DPPPA juga mencatat sekitar 75 persen korban adalah perempuan dewasa dan anak perempuan, dengan dominasi kasus psikis dan seksual. “Tak jarang terutama korban seksual itu dikucilkan. Melalui kampanye ini kita rubah persepsi itu dengan merangkul dan menguatkan mereka agar bisa percaya diri lagi,” ujarnya. (Daily/md/RRI)

Artikel ini telah dibaca 15 kali

badge-check

Writer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Lainnya

Meski Angkanya Turun, 144 Ribu Keluarga Masih Berisiko Stunting

27 April 2026 - 21:31

Atur Pola Makan, Cara Efektif Kendalikan GERD Tanpa Obat

23 April 2026 - 09:16

Bersama Istri Wagub Kalsel drg. Ellyana Trisya; Family Fun Walk dan Aksi Peduli Lingkungan IKA UNAIR Kalsel

21 April 2026 - 19:20

Ketua BKOW Kalsel drg. Ellyana Trisya Hasnuryadi, Silaturahmi Sekaligus Edukasi Kesehatan Lansia

11 April 2026 - 22:39

Klinik di Banjarbaru Edarkan Obat Tanpa Izin, Satu Tersangka Diamankan

9 April 2026 - 13:43

Puluhan Siswa  Alami Gangguan Kesehatan Usai Konsumsi MBG

8 April 2026 - 20:25

Trending di Kesehatan