Menu

Mode Gelap
Paman Birin Terima Penghargaan BAZNAS Award 2024, Kepala Daerah Pendukung Pengelolaan Zakat Terbaik Belasan Kilo Sabu Diblender, 88.764 Orang Selamat dari Penyalahgunaan Narkoba Anggota KPPS Tabalong Meninggal, Ternyata Masih Pelajar Haul ke-4 Guru Zuhdi Dilaksanakan Tanggal 7 Maret 2024  Realisasi Investasi Kalsel Tahun 2023 Capai 19,7 T, Terbesar Pertambangan

Ekonomi

Jaga Pasokan, Pemprov Kalsel Bakal Bentuk BLUD Pangan


 Jaga Pasokan, Pemprov Kalsel Bakal Bentuk BLUD Pangan Perbesar

Kalseldaily.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berencana membentuk Badan
Layanan Umum Daerah (BLUD) Pangan dibawah Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel untuk
menjaga pasokan pangan. BLUD ini nantinya dikembangkan menjadi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Hal ini Disampaikan Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Kalsel, Hj Raudatul Jannah di
sela melaksanakan studi tiru ke Perumda Tunas Malang, Kamis (5/10) siang.

Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Kalsel, Hj Raudatul Jannah menyampaikan berbagai
dinamika global yang terjadi saat ini mengharuskan TPID memiliki kreatifitas dan inovasi
dalam memetakan sektor perekonomian, agar kinerja ekonomi tidak mengalami penurunan, baik
dari segi pertumbuhan ekonomi, kesempatan lapangan kerja, maupun stabilitas inflasi
terhadap perekonomian.

“Salah satu upaya pengendalian inflasi daerah, dilakukan melalui kerja sama antar daerah
(KAD), studi tiru ini merupakan salah satu langkah KAD yang kami lakukan, agar TPID Kalsel
dapat bergerak lebih efektif dalam pengendalian inflasi,” ujar Raudatul Jannah.

Dirinya menyampaikan, saat ini dampak el nino telah menyebabkan terganggunya kondisi
pasokan bahan pangan di beberapa wilayah di Indonesia. Terlebih dampak lanjutan dari
terganggunya pasokan bahan pangan, akan meningkatkan harga barang dan/atau jasa ditengah
meningkatnya permintaan masyarakat.

“Berbagai gejolak yang terjadi secara global, nasional maupun regional, membutuhkan respon
yang cepat dan adaptasi yang tepat, mengingat saat ini gejolak pangan cukup besar
berpengaruh terhadap stabilitas inflasi di Indonesia,” kata Raudatul.

Sehingga meningkatnya harga barang dan/atau jasa secara terus menerus tentunya dapat
menyebabkan inflasi bergerak naik, dan mengakibatkan daya beli masyarakat menjadi menurun.

BUMD yang bergerak di sektor ini diharapkan akan dapat melihat dan menerapkan hal-hal baik
yang dapat dijadikan benchmark dalam peningkatan pangan di Kalsel.

“Dengan capacity building TPID ini, tentunya para peserta harus memanfaatkan kesempatan ini
semaksimal mungkin, untuk lebih meningkatkan kinerja masing-masing agar inflasi bukan
menjadi kendala yang mengkhawatirkan di Banua,” jelas Raudatul.

Tim Editor

 

 

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Permudah Bayar Pajak, Paman Birin Luncurkan Samsat Drive Thru

18 March 2024 - 19:15

Tukar Uang, BI Kalsel Sediakan Rp 3,06 Triliun Selama Ramadhan dan Idul Fitri 2024

16 March 2024 - 04:51

Komitmen Paman Birin, Kalsel Masuk Daerah Terendah Inflasi di Indonesia

13 March 2024 - 15:08

IPI Kalsel Terus Dorong Kemandirian Pesantren di Kalsel

12 March 2024 - 07:27

Berstatus Ibu Kota Kalsel, Investasi Banjarbaru turun 44 Persen, Ada Apa ? 

2 March 2024 - 12:09

Tingkatkan Produksi, Kalsel Tambah 60 Hektar Kebun Kopi di Lima Kabupaten Kota

3 February 2024 - 16:16

Trending di Ekonomi