Menu

Mode Gelap
Paman Birin Terima Penghargaan BAZNAS Award 2024, Kepala Daerah Pendukung Pengelolaan Zakat Terbaik Belasan Kilo Sabu Diblender, 88.764 Orang Selamat dari Penyalahgunaan Narkoba Anggota KPPS Tabalong Meninggal, Ternyata Masih Pelajar Haul ke-4 Guru Zuhdi Dilaksanakan Tanggal 7 Maret 2024  Realisasi Investasi Kalsel Tahun 2023 Capai 19,7 T, Terbesar Pertambangan

Pembangunan

Kalsel Miliki Pusat Konservasi Tanaman Langka di Borneo Zwageri Island


 Kalsel Miliki Pusat Konservasi Tanaman Langka di Borneo Zwageri Island Perbesar

 

Kalseldaily.com – Kini Kalimantan Selatan miliki pusat konservasi tanaman langka khas Kalimantan jenis Ulin (eusideroxylon zwageri).

Pusat konservasi yang dinamai Borneo Zwageri Island dibangun di Pulau Rusa, salah satu pulau di kawasan waduk Riam Kanan, Kabupaten Banjar.

Pembangunan pusat konservasi itu ditandai penanaman pohon ulin oleh Ketua Tim Penggerak PKK Hj Raudatul Jannah, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Roy Rizali Anwar,Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel, Fathimatuzzahra dan Tokoh Pemuda Peduli Lingkungan H Sandi Fitrian Noor, Selasa (28/11) siang.

Gubernur Kalimantan Selatan H Sahbirin Noor melalui Ketua Tim Penggerak PKK Kalsel Hj Raudatul Jannah mengatakan, dengan adanya pusat konservasi bukan hanya untuk penghijauan semata, tetapi juga melestarikan tanaman endemik asli Kalimantan, yang sekarang mulai hampir punah.

Pohon ulin memang sangat baik untuk penghijauan jangka panjang. Di samping menahan air dan tanah, pohon ulin juga memiliki daya cegah untuk menahan erosi maupun tanah longsor, mengurangi pemanasan global, serta menjaga iklim untuk tetap stabil.

Menurut Paman Birin, dengan kebersamaan semua pihak, banua akan meraih sukses dalam melakukan rehabilitasi hutan dan lahan, terutama dengan gerakan revolusi hijau yang telah terbukti mampu merehabilitasi hutan dan lahan yang sangat besar.

Berdasarkan data Kementerian LHK,luas lahan kritis di kalimantan selatan tahun 2013 lebih dari 642 ribu 580 hektar. Tetapi

sejak gerakan revolusi hijau dimulai pada tahun 2017, luas lahan kritis di Kalimantan Selatan pada tahun 2022 turun menjadi 458.478 hektar.

Dengan demikian, sejak tahun 2013 hingga tahun 2022, Kalsel mampu menurunkan lahan kritis seluas 184.102 hektar.

Paman Birin berharap, semangat menanam pohon terus mengalir karena banua adalah paru paru dunia. Selain itu menanam juga menjadi amal jariyah.

Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel, Fathimatuzzahra mengatakan, pusat konservasi ini akan ditanam 4000 bibit pohon ulin secara bertahap.

Dikatakanya, Borneo Zwageri Island memiliki luas lahan sekitar 4,8 hektar. Pada awalnya kawasan ini merupakan lokasi pengembangan tanaman pinus pada tahun 1980 an.

Kadishut mengatakan, saat ini pihaknya melakukan penanaman secara berkelompok. “Kita dulu menanam ulin secara terpisah pisah saat ini kami mengelempokanya,” katanya.

Menurutnya pusat konservasi ini sebagai sarana edukasi dan menjadi destinasi baru . “Nanti orang-orang akan melihat dan belajar tentang bagaimana pohon ulin, ini juga sebagai destinasi baru wisata di wilayah Tahura Sultan Adam,” katanya.

Selain melakukan penanaman pohon ulin secara bertahap, pihaknya juga akan menambah sarana prasarana berupa kursi toilet dan mushala untuk kenyamanan pengunjung.

Pada penanaman ini juga diserahkan bantuan gazebo dan 4 bak sampah oleh Bank Kalsel kepada Pemprov Kalsel. (ril/adpim)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Jaga Keamanan Laut, Bakamla Bakal Bangun Stasiun Pemantau di Kalsel, Ini Lokasinya 

26 March 2024 - 09:10

Pemprov Kalsel Bakal Bangun 10 Ruas Jalan Lintas Kabupaten, Cek Lokasinya 

17 March 2024 - 09:56

Sejumlah Proyek Prioritas Pemprov Kalsel Rampung Tahun 2024 

1 March 2024 - 15:55

Penimbunan Km 171 Dimulai, R4 Hingga R2 Diarahkan Jalur Alternatif

23 February 2024 - 11:18

Gedung Baru DPRD Kalsel Bakal Dilengkapi 60 Kamar Tidur Hotel Berbintang

21 February 2024 - 07:45

Masyarakat Sambut Antusias Pembangunan Jembatan Tambak Baru yang Dibangun Paman Birin Senilai Rp. 14,7 Miliar

12 February 2024 - 14:19

Trending di Pembangunan