Kalseldaily.com Barito Kuala – Persoalan kemacetan di simpang empat Handil Bakti, Kabupaten Barito Kuala (Batola), kembali menjadi sorotan. Komisi III Bidang Pembangunan dan Infrastruktur DPRD Kalimantan Selatan, yang juga membidangi sektor perhubungan, mengusulkan pembangunan flyover serta pemasangan traffic light sebagai upaya mengurai kepadatan lalu lintas yang setiap hari dikeluhkan masyarakat.
Ketua Komisi III, Mustaqimah, mengungkapkan usulan tersebut disampaikan setelah pihaknya melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Batola pada 26–27 November 2025. Dalam kegiatan itu, rombongan komisi melakukan pemantauan langsung kondisi lalu lintas di lokasi untuk memastikan permasalahan yang terjadi di lapangan.
“Flyover dan traffic light diharapkan bisa menjadi solusi penting untuk menghindari atau setidaknya mengurangi kemacetan,” ujarnya, Kamis.
Menurut legislator asal Dapil Kalsel II/Kabupaten Banjar tersebut, simpang empat Handil Bakti merupakan titik krusial yang dilalui kendaraan dalam jumlah besar setiap harinya. Kemacetan dipicu berbagai faktor, mulai dari perbaikan jalan, keterbatasan akses, hingga arus kendaraan yang tidak bisa mengalir secara optimal. Kondisi ini dikhawatirkan berdampak pada mobilitas masyarakat serta aspek keselamatan pengguna jalan.
Mustaqimah menambahkan bahwa pihaknya telah berdiskusi dengan instansi terkait dan membuka kemungkinan pengajuan pembangunan flyover ke Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN). Meski begitu, ia menegaskan perlunya solusi bertahap sambil menunggu rencana jangka panjang direalisasikan.
“Harus ada langkah sementara agar masyarakat tetap merasa aman dan nyaman saat melintas,” paparnya.
Dukungan terhadap usulan Komisi III juga datang dari Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II. Kepala BPTD, Sigit Mintarso, menilai keselamatan pengguna jalan harus menjadi prioritas utama dalam menangani kawasan tersebut. Ia menilai pemasangan traffic light merupakan solusi cepat yang realistis untuk diterapkan dalam waktu dekat.
“Dengan adanya penandaan dan pengaturan lalu lintas seperti traffic light, pengguna jalan akan lebih terbantu,” katanya.
Komisi III memastikan monitoring dan evaluasi terhadap rekayasa lalu lintas di Batola akan terus dilakukan, termasuk peninjauan jalur evakuasi jika terjadi keadaan darurat atau kecelakaan lalu lintas. Upaya ini diharapkan dapat mempercepat penanganan titik kemacetan dan meningkatkan keselamatan transportasi di wilayah tersebut. (Daily/Fin)











Leave a Reply