kalseldaily.com Martapura — Persiapan Momen 5 Rajab di Sekumpul bukan hanya soal kelancaran ibadah, tetapi juga memastikan makanan yang dikonsumsi jamaah benar-benar aman. Pemerintah Kabupaten Banjar pun memberi perhatian serius pada keamanan daging yang akan diolah untuk ratusan ribu jamaah.
Dinas Pertanian Kabupaten Banjar melalui Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan Kesmavet) turun langsung melakukan pengawasan di berbagai lokasi pemotongan hewan. Tim khusus yang berisi dokter hewan disiapkan untuk memastikan proses pemotongan berjalan sesuai aturan dan daging layak dikonsumsi.
Kepala Bidang Keswan Kesmavet Distan Banjar, drh Lulu Vilavardi, mengatakan pemeriksaan sudah dilakukan sejak beberapa hari sebelum puncak acara. Pengawasan mencakup kebersihan lokasi, cara pemotongan, hingga kesehatan hewan.
“Sebelum dipotong, hewan kami periksa dulu kondisinya. Setelah pemotongan, daging juga dicek kembali untuk memastikan aman dikonsumsi,” ujar Lulu, Rabu (24/12/2025).
Pengawasan dilakukan di banyak titik, termasuk Rumah Potong Hewan (RPH) yang menjadi pusat pemotongan dalam jumlah besar. Hal ini dilakukan agar seluruh daging yang didistribusikan ke dapur-dapur jamaah benar-benar memenuhi standar kesehatan.
Selain Dinas Pertanian, Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar juga ikut memperkuat pengawasan. Plt Kepala Dinkes Banjar, Noripansyah, menyebutkan pihaknya fokus mengawasi makanan yang diolah di dapur umum.
Tercatat ada 346 dapur umum resmi yang melayani konsumsi jamaah 5 Rajab. Untuk memastikan makanan aman, sebanyak 100 relawan diterjunkan melakukan pengecekan langsung ke dapur-dapur tersebut.
“Relawan kami turun langsung untuk memastikan makanan yang disajikan bersih, aman, dan layak konsumsi,” kata Noripansyah.
Dengan pengawasan berlapis, mulai dari kesehatan hewan, proses pemotongan, hingga dapur umum, pemerintah berharap jamaah bisa mengikuti Momen 5 Rajab dengan tenang dan nyaman tanpa khawatir soal keamanan makanan. (Daily/Fin)














Leave a Reply