Menu

Mode Gelap

Batola

Kualitas Air Sungai Barito Memprihatinkan, Kadar Oksigen Jauh di Bawah Ambang Aman


 Perbesar

Kalseldaily.com Barito Kuala – Kondisi kualitas air Sungai Barito di wilayah Kabupaten Barito Kuala (Batola) masih memprihatinkan. Berdasarkan hasil pemantauan terbaru Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Batola, Selasa (27/1/2026), kadar oksigen terlarut atau dissolved oxygen (DO) di sejumlah titik terpantau jauh di bawah ambang batas aman bagi kehidupan biota air.

Kepala DLH Batola, Abdi Maulana, mengatakan pengujian kualitas air dilakukan di tiga titik berbeda. Hasil terendah ditemukan di pertemuan Sungai Barito dan Sungai Nagara, tepatnya di Kelurahan Lepasan.

“Titik paling rendah berada di pertemuan Sungai Barito dengan Sungai Nagara di Kelurahan Lepasan dengan DO hanya 0,15 mg per liter,” ujar Abdi.

Sementara itu, di Desa Bagus atau sekitar kawasan Jembatan Rumpiang, kadar DO tercatat sekitar 3 mg per liter. Angka tersebut masih berada di bawah batas minimal yang direkomendasikan untuk kehidupan ikan.

“Batas minimal DO untuk perairan yang layak bagi ikan itu di angka 4 mg per liter. Jadi kondisi saat ini masih tergolong rendah,” jelasnya.

Meski kadar oksigen terlarut rendah, Abdi menyebutkan bahwa tingkat keasaman air atau pH menunjukkan tanda-tanda perbaikan.

“pH air berangsur membaik dan mendekati level 6,” katanya.

DLH Batola menilai rendahnya kadar DO menjadi faktor utama penyebab kematian massal ikan di keramba jaring apung yang sebelumnya terjadi di wilayah Marabahan dan Bakumpai. Abdi menjelaskan, penurunan oksigen terlarut umumnya dipicu oleh meningkatnya bahan organik atau limbah di perairan, suhu air yang tinggi, serta kondisi eutrofikasi atau kelebihan nutrisi.

“Namun, pemicu meningkatnya bahan organik ini masih memerlukan kajian lebih lanjut,” bebernya.

Ia menambahkan, hasil uji kualitas air tersebut telah disampaikan kepada pimpinan daerah dan instansi terkait sebagai bahan pertimbangan pengambilan kebijakan lanjutan.

“Kami di DLH menyampaikan data kualitas air ke pimpinan dan instansi terkait. Untuk tindak lanjut teknisnya, sesuai arahan pimpinan, akan ditindaklanjuti oleh DKPP,” ujarnya.

Sebelumnya, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Batola mencatat sebanyak 19 kelompok pembudidaya ikan terdampak akibat kematian massal ikan nila, dengan estimasi kerugian mencapai Rp2,7 miliar. Dugaan sementara, kejadian tersebut berkaitan dengan penurunan kualitas air Sungai Barito yang diduga tercemar dari wilayah hulu.

Selain berdampak pada sektor perikanan, pencemaran Sungai Barito juga menimbulkan kekhawatiran masyarakat terkait kualitas air bersih. Air PDAM Batola, khususnya di wilayah Marabahan, disebut-sebut ikut terdampak berdasarkan informasi yang beredar di media sosial.

Humas PDAM Batola, Sadono, mengatakan pihaknya belum dapat memberikan keterangan secara rinci terkait isu tersebut.

“Saya belum bisa memberikan keterangan untuk saat ini terkait yang tersebar di media sosial. Untuk sekarang, PDAM masih beroperasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihak PDAM Batola akan menggelar rapat bersama DPRD dan dinas terkait untuk membahas kondisi tersebut.

“Besok kami akan rapat dengan teman-teman di DPRD dan dinas terkait. Terima kasih,” pungkasnya.

Pemerintah daerah diharapkan segera mengambil langkah terpadu untuk menelusuri sumber pencemaran Sungai Barito, mengingat dampaknya tidak hanya mengancam sektor perikanan, tetapi juga berpotensi memengaruhi kualitas air bersih dan kesehatan masyarakat. (Daily/Fin)

Artikel ini telah dibaca 54 kali

badge-check

Writer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Lainnya

Ketua BKOW Kalsel drg. Ellyana Trisya Hasnuryadi, Silaturahmi Sekaligus Edukasi Kesehatan Lansia

11 April 2026 - 22:39

Klinik di Banjarbaru Edarkan Obat Tanpa Izin, Satu Tersangka Diamankan

9 April 2026 - 13:43

Puluhan Siswa  Alami Gangguan Kesehatan Usai Konsumsi MBG

8 April 2026 - 20:25

ACFFEST Movie Day 2026 Resmi Digelar, KPK Ajak Sineas Kalsel Lawan Korupsi

8 April 2026 - 18:40

Antusias Warga Banjarmasin Donor Darah Meningkat di CFD Sabilal Muhtadin

5 April 2026 - 23:08

Batola Siap Jadi Tuan Rumah MTQ Kalsel 2026, Keterbatasan Penginapan Tak Jadi Kendala

4 April 2026 - 20:16

Trending di Kesehatan