Kalseldaily.com Jakarta – Sebanyak 13 calon petugas penyelenggara ibadah haji (PPIH) Arab Saudi terpaksa dicopot saat mengikuti proses pendidikan dan pelatihan. Pencopotan dilakukan karena berbagai pelanggaran, mulai dari indisipliner hingga pemalsuan dokumen kesehatan.
Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengatakan keputusan tersebut diambil setelah adanya laporan dari tim pelatih. Pencopotan dilakukan saat pelaksanaan diklat PPIH di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta.
“Laporan yang saya terima tadi malam ada 13 orang yang dicopot dari proses diklat,” ujar Dahnil usai pengukuhan PPIH Arab Saudi, Jumat (30/1).
Menurutnya, pelanggaran yang dilakukan peserta cukup beragam. Selain indisipliner dan pemalsuan absensi, terdapat peserta yang memiliki penyakit kronis. Bahkan, ada calon petugas yang memalsukan hasil Medical Check Up (MCU), meski diketahui mengidap tuberkulosis (TBC).
Dahnil menegaskan tidak ada toleransi atau perlakuan khusus bagi siapa pun yang ingin menjadi petugas haji. Seluruh peserta wajib mengikuti diklat secara penuh, disiplin, dan transparan, mengingat tugas mereka adalah melayani jamaah haji.
“Kami hanya mau orang-orang yang siap fokus 20 hari di sini, ikut pelatihan dan aturan. Keputusan pencopotan ini diambil oleh tim pelatih dari unsur TNI dan Polri,” jelasnya.
Ia juga menekankan, aturan disiplin tidak hanya berlaku selama diklat, tetapi juga saat bertugas di Tanah Suci. Petugas yang lalai menjalankan tugas akan langsung dievaluasi dan dapat dikenai sanksi tegas.
“Petugas haji itu digaji. Kerjanya berat dan melelahkan. Kalau tidak siap bekerja maksimal, akan langsung kami keluarkan,” tegas Dahnil.
Sebelumnya, Dahnil kembali mengingatkan bahwa petugas haji hadir untuk melayani jamaah, bukan sekadar menumpang berhaji. Seluruh PPIH Arab Saudi telah menjalani diklat selama 20 hari secara luring dan akan melanjutkan pelatihan daring selama 10 hari.
Tahun ini, petugas haji berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari tenaga medis, aparat keamanan, jurnalis, hingga akademisi. Namun, seluruhnya dituntut bekerja dalam satu komando sebagai pelayan jamaah haji Indonesia. (Daily/Fin)















Leave a Reply