Kalseldaily.com Banjar – Kondisi Ruang Terbuka Hijau (RTH) Cahaya Bumi Selamat (CBS) di Martapura menuai banyak sorotan. Meski baru difungsikan kurang dari satu bulan, taman yang dibangun dengan anggaran Rp8,09 miliar itu sudah menunjukkan berbagai kerusakan dan masalah di lapangan.
Pantauan di lokasi pada Senin (2/2) memperlihatkan sejumlah titik taman berubah becek dan berlumpur usai diguyur hujan. Beberapa area bahkan tampak seperti lahan persawahan, sehingga menyulitkan dan membahayakan pengunjung yang melintas.
Kerusakan tidak hanya terlihat pada kondisi tanah. Sejumlah fasilitas taman juga ditemukan bermasalah. Lampu penerangan banyak yang tidak menyala, bangku taman terlihat retak, kabel instalasi dibiarkan semrawut, serta terdapat sumur terbuka tanpa pengaman yang berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat. Coretan vandalisme pun mulai menghiasi beberapa sudut taman.
Kondisi ini memicu perhatian serius DPRD Banjar. Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III DPRD Banjar bersama Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Rabu (4/2), DPRD mempertanyakan kualitas perencanaan dan pelaksanaan proyek tersebut.
Wakil Ketua I DPRD Banjar, Irwan Bora, menilai berbagai kerusakan yang muncul sejak awal penggunaan menunjukkan lemahnya perencanaan. Ia juga mengungkapkan adanya persoalan pada konsultan perencana yang dinilai tidak memiliki latar belakang pendidikan teknik.
“Ini proyek teknis dengan anggaran besar. Kalau perencanaannya tidak ditangani oleh tenaga yang sesuai keahliannya, wajar jika hasilnya bermasalah di lapangan,” ujar Irwan.
Selain itu, DPRD juga menemukan perbedaan laporan progres fisik proyek antarinstansi. Dinas PUPR menyampaikan progres pekerjaan mencapai 99 persen, sementara DPRKPLH melaporkan baru 90,77 persen. Perbedaan data tersebut memperkuat dugaan bahwa masih banyak pekerjaan yang belum diselesaikan.
Sementara itu, pihak DPRKPLH Banjar belum memberikan keterangan resmi terkait kondisi tersebut. Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran Kawasan Lingkungan Hidup (P2KLH) DPRKPLH, Nur Aina, menyampaikan agar menunggu keputusan pimpinan.
Rapat lanjutan dijadwalkan akan digelar pada Sabtu mendatang. DPRD berharap seluruh pihak terkait, termasuk Kepala DPRKPLH Banjar Ahmad Bayhaqie yang tidak hadir dalam rapat sebelumnya, dapat hadir untuk memberikan penjelasan lengkap mengenai kerusakan dan progres proyek Taman CBS. (Daily/Fin)










Leave a Reply