Kalseldaily.com Banjarbaru – Menjelang bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, stabilitas harga pangan menjadi perhatian utama pemerintah daerah guna menjaga daya beli masyarakat dan mengendalikan potensi lonjakan harga. Pemantauan harga dilakukan secara intensif di pasar tradisional hingga tingkat distributor untuk memastikan harga bahan pokok tetap sesuai ketentuan.
Kepala Dinas Perdagangan Kalimantan Selatan, Ahmad Bagiawan, mengatakan pengawasan difokuskan pada komoditas pangan strategis yang cenderung mengalami kenaikan permintaan menjelang Ramadhan. Pedagang diminta tidak menjual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) serta tidak melakukan penimbunan barang.
“Pedagang kami ingatkan agar tidak mengambil keuntungan berlebihan dan tidak melakukan penimbunan. Pengawasan akan terus dilakukan bersama Polda Kalsel melalui kegiatan Sapu Bersih (Saber) untuk menindak pelanggaran, termasuk penimbunan barang,” ujarnya, Sabtu (7/2/2026).
Bagiawan mengakui, sejumlah komoditas masih mengalami fluktuasi harga. Cabai keriting, misalnya, saat ini berada di kisaran Rp35 ribu hingga Rp40 ribu per kilogram. Kenaikan tersebut dipengaruhi faktor cuaca serta dampak banjir yang sempat mengganggu produksi di sejumlah sentra pertanian.
Meski demikian, ia optimistis harga cabai akan kembali turun seiring membaiknya pasokan mendekati Ramadhan. Untuk komoditas protein hewani, harga daging ayam saat ini masih berkisar Rp40 ribu per kilogram dan terus menjadi perhatian agar tidak memicu inflasi pangan.
“Untuk harga daging ayam, masih terus dikoordinasikan dengan dinas terkait agar dapat ditekan menjelang Ramadhan,” jelasnya.
Sementara itu, harga beras dinilai relatif stabil dengan ketersediaan stok yang aman. Kondisi ini didukung oleh surplus produksi beras di daerah, sehingga pasokan dinilai mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Sebagai langkah pengendalian harga, pemerintah juga menyiapkan intervensi pasar melalui kegiatan pasar murah di 14 titik yang tersebar di 13 kabupaten/kota serta satu titik di tingkat provinsi. Melalui pasar murah, masyarakat dapat membeli bahan pangan pokok dengan harga lebih terjangkau karena disalurkan langsung dari distributor. (Daily/Fin)















Leave a Reply