Menu ✖

Mode Gelap

Banjarmasin

Target Nasional 2029 Terancam, 78 Persen Sampah Banjarmasin Belum Terolah


 Perbesar

Kalseldaily.com Banjarmasin – Pemerintah menuntut menuntaskan persoalan sampah secara nasional pada 2029 dinilai sulit tercapai. Pasalnya, progres penanganan sampah di daerah masih berjalan lambat dan menghadapi banyak kendala. Kondisi ini tercermin di Banjarmasin, di mana timbulan sampah yang belum terkelola masih sangat tinggi, mencapai 78 persen.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Selatan, Rahmat, mengatakan hasil kajian menunjukkan pengolahan sampah, khususnya pemilahan dari sumber seperti rumah tangga, masih sangat minim.

“Hasil kajian kami, progres pengolahan sampah seperti pemilahan dari sumbernya baru sedikit. Masih banyak kendala di lapangan, termasuk manajemen pengolahan sampah pemerintah daerah,” ujarnya.

Ia menyoroti masih banyaknya sampah yang tidak terkelola dan menumpuk di tempat penampungan sementara (TPS) di sejumlah titik Kota Banjarmasin. Selain itu, perilaku membuang sampah sembarangan, termasuk ke sungai, masih sering ditemukan.

Banjarmasin sendiri tercatat sebagai penghasil sampah terbesar di Kalimantan Selatan, dengan volume mencapai sekitar 600 ton per hari.

“Sebenarnya kesadaran warga untuk membuang sampah di TPS sudah mulai tumbuh. Namun untuk pengelolaan sampah sesuai harapan pemerintah, masih menghadapi banyak kendala,” katanya.

Sejumlah kendala utama penanganan sampah antara lain rendahnya kesadaran masyarakat dalam memilah sampah, minimnya infrastruktur seperti kendaraan dan TPA, peningkatan volume sampah yang cepat, keterbatasan anggaran dan sumber daya manusia, serta pengelolaan TPA yang masih menggunakan sistem open dumping.

Sebagai upaya mengatasi peningkatan volume sampah, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menjalin kerja sama dengan pihak swasta, khususnya industri semen. Dua perusahaan yang terlibat yakni PT Conch South Kalimantan Cement di Kabupaten Tabalong dan PT Indocement Tunggal Prakasa di Kabupaten Tanah Bumbu, yang memanfaatkan sampah sebagai bahan bakar alternatif.

Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) tahun 2024, volume sampah yang terkelola dengan baik di Kalimantan Selatan baru mencapai 1.075,63 ton per hari atau 48,50 persen dari total timbulan sampah. Artinya, lebih dari separuh sampah belum tertangani secara memadai.

Dari jumlah tersebut, sekitar 26,85 persen masih dibuang ke TPA dengan sistem open dumping, sementara 24,65 persen sisanya terbuang ke lingkungan. Sumber sampah terbesar berasal dari rumah tangga (50,66 persen), disusul fasilitas publik (6,69 persen), kawasan komersial (4,2 persen), dan kategori lainnya.

Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin, mengakui persoalan sampah masih menjadi tantangan berat bagi pemerintah kota. Data Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin menunjukkan, sampah yang telah terkelola dengan baik baru mencapai 21,7 persen, sementara 78,3 persen belum tertangani.

“Penanganan sampah menjadi prioritas kami. Di bulan Ramadhan ini, kami mengimbau masyarakat dan pelaku usaha untuk mengurangi penggunaan sampah plastik,” ujar Yamin, Minggu (22/2/2026).

Ia menambahkan, Pemkot Banjarmasin telah meluncurkan 1.582 agen 3R (Reduce, Reuse, Recycle) yang tersebar di seluruh wilayah kota untuk melakukan sosialisasi serta membina warga dalam pengelolaan sampah rumah tangga dari sumbernya. (Daily/Fin)

Artikel ini telah dibaca 49 kali

badge-check

Writer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Lainnya

Duka di Tengah Kabut Asap, Guru Honorer di Banjarmasin Meninggal Dunia

28 September 2026 - 22:39

Izin Syakira Tour Dibekukan, Kemenhaj Beri Waktu Sebulan untuk Selesaikan Hak Jemaah

14 August 2026 - 20:31

Penuh Khidmat, Puncak Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalimantan Selatan 

13 August 2026 - 17:55

Ketua DPRD Banjarmasin Rikval Fachruri Dukung Gerakan ‘Ayah Wajib Hadir’

14 July 2026 - 15:46

PLN Terapkan Pemadaman Bergilir di Sejumlah Wilayah Kalsel

28 June 2026 - 13:48

BREAKING NEWS: Kejati Kalsel Tetapkan ASN ESDM sebagai Tersangka Dugaan Korupsi IUP Tambang

8 June 2026 - 18:49

Trending di Banjarmasin