Kalseldaily.com Banjarmasin – Pengelola Masjid Muhammadiyah Al-Jihad telah menyiapkan pelaksanaan Salat Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah yang direncanakan berlangsung pada Jumat (20/3). Penetapan tersebut mengikuti metode hisab Hakiki Wujudul Hilal yang digunakan oleh Muhammadiyah dalam menentukan awal bulan Hijriah.
Ketua Takmir Masjid Al-Jihad Banjarmasin, Taufik Hidayat, mengatakan seluruh persiapan teknis sudah dilakukan. Salat Id dijadwalkan dimulai pukul 07.30 Wita dan dipusatkan di kawasan Jalan Cempaka Besar, Banjarmasin Tengah.
Ia memperkirakan jumlah jemaah yang hadir bisa mencapai sekitar 5.000 orang. Pada pelaksanaan nanti, Usman Abdhali Watik akan bertugas sebagai khatib, sementara salat dipimpin oleh imam Ustaz Agus Salim.
“Secara teknis sudah mulai dipersiapkan. Panitia juga banyak melibatkan anak-anak muda dan remaja masjid,” ujarnya, Rabu (18/3).
Di sisi lain, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Republik Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Tambrin, mengatakan pemerintah daerah masih menunggu hasil sidang isbat dari pemerintah pusat untuk menetapkan 1 Syawal 1447 H.
Di Kalimantan Selatan, pemantauan hilal akan dilaksanakan di Hotel Zuri Express pada Kamis (19/3) petang. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian rukyatul hilal yang dilakukan di berbagai wilayah Indonesia.
Menurut Tambrin, terdapat sekitar 94 titik pemantauan hilal di seluruh Indonesia, termasuk di Banjarmasin. Hasil pengamatan tersebut nantinya akan dilaporkan ke pemerintah pusat untuk menjadi bahan pertimbangan dalam sidang isbat.
“Masjid Raya Sabilal Muhtadin akan mengikuti keputusan pemerintah pusat melalui hasil sidang isbat,” katanya.
Meski penetapan resmi dari pemerintah belum diumumkan, pengelola Masjid Raya Sabilal Muhtadin tetap melakukan berbagai persiapan untuk pelaksanaan Salat Id. Salat Id di masjid tersebut direncanakan dimulai pukul 07.15 Wita.
Pada pelaksanaannya nanti, Ustaz Ilham Humaidi dijadwalkan menjadi khatib, sementara imam salat akan dipimpin oleh Ustaz KH Ahmad Sayuti.
Tahun ini, pengelola masjid juga berupaya memaksimalkan kapasitas area salat dengan memanfaatkan halaman masjid. Hal tersebut dilakukan untuk menampung lebih banyak jemaah sekaligus mengurangi kemungkinan jemaah meluber hingga ke badan jalan.
“Kami berharap jemaah bisa tertampung di area masjid sehingga tidak sampai menggunakan jalan raya,” ujarnya. (Daily/Fin)















Leave a Reply