Kalseldaily.com Banjarmasin – Risiko penyebaran penyakit Campak di Kalimantan Selatan menjadi perhatian meski belum tercatat sebagai kejadian luar biasa (KLB). Berdasarkan data terbaru Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, tiga daerah di provinsi tersebut telah terkonfirmasi positif melalui pemeriksaan laboratorium.
Ketiga daerah itu adalah Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kabupaten Balangan, dan Kabupaten Tabalong. Dalam peta sebaran Kemenkes, wilayah tersebut ditandai dengan kode K1 yang menunjukkan adanya kejadian pertama kasus campak berdasarkan hasil konfirmasi laboratorium.
Kepala Dinas Kesehatan Kalsel, Diauddin, mengatakan sebagian besar kasus terjadi pada anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap.
“Untuk campak, surveilans kami sudah turun ke lapangan. Surat edaran ke kabupaten/kota untuk memastikan pencegahan penularan yang lebih luas sudah kami sampaikan,” ujarnya.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak menunda imunisasi, karena bayi dan anak menjadi kelompok paling rentan terhadap penyakit tersebut.
Berdasarkan Laporan Akuntabilitas Kinerja (LAKIP) Dinas Kesehatan Kalsel 2025, cakupan imunisasi di daerah ini memang belum merata. Imunisasi lengkap pada baduta baru mencapai 61,65 persen dari target 82 persen, sementara imunisasi pada anak usia sekolah dasar tercatat 48,37 persen dari target 72 persen.
Kondisi tersebut menunjukkan masih adanya celah perlindungan imunisasi di masyarakat, sehingga berpotensi meningkatkan risiko penyebaran penyakit yang sebenarnya dapat dicegah melalui imunisasi. (Daily/Fin)
SC: RB















Leave a Reply