Menu

Mode Gelap

Banjarmasin

Dispersip Kalsel Dorong Profesionalisme Pustakawan Lewat Sertifikasi di Era Digital


 Dispersil Kalsel dorong profesionalisme pustakawan Perbesar

Dispersil Kalsel dorong profesionalisme pustakawan

Kalseldaily.com Banjarmasin – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia perpustakaan melalui sosialisasi sertifikasi pustakawan tingkat provinsi, yang digelar di Aula Dispersip Kalsel, Kamis (16/4/2026).

Kegiatan ini diikuti perwakilan perpustakaan dan kearsipan kabupaten/kota, serta berbagai instansi pendidikan, sebagai upaya memperkuat kompetensi pustakawan di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi.

Kepala Dispersip Kalsel, Sri Mawarni, menegaskan bahwa transformasi digital telah mengubah peran pustakawan secara signifikan. Jika sebelumnya berfokus pada pengelolaan koleksi fisik, kini pustakawan dituntut menjadi fasilitator literasi, pengelola informasi, sekaligus penggerak budaya baca di masyarakat.

“Di era keterbukaan informasi, pustakawan tidak lagi sekadar penjaga buku. Mereka harus mampu memilah informasi, mengembangkan literasi, dan berinovasi dalam pelayanan,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya mengubah cara pandang terhadap profesi pustakawan yang selama ini kerap dianggap pasif. Menurutnya, sertifikasi profesi menjadi langkah strategis untuk memastikan pustakawan memiliki standar kompetensi yang jelas dan profesional.

“Sertifikasi menjadi kunci agar pustakawan mampu beradaptasi dengan teknologi, melakukan digitalisasi, serta menghadirkan layanan perpustakaan yang relevan dengan kebutuhan zaman,” tegasnya.

Dalam kegiatan tersebut, Dispersip menghadirkan Plt Kepala Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Perpustakaan, Titik Kismiyati, sebagai narasumber. Ia menjelaskan bahwa sertifikasi merupakan bentuk pengakuan resmi atas kompetensi pustakawan yang telah diuji sesuai standar nasional.

“Ini bukan sekadar formalitas, tetapi bukti bahwa kompetensi pustakawan telah terverifikasi dan diakui secara nasional,” jelasnya.

Menurutnya, sertifikasi tidak hanya berdampak pada peningkatan kepercayaan diri individu, tetapi juga memperkuat kualitas layanan lembaga perpustakaan secara keseluruhan.

“Dengan adanya tenaga pustakawan yang tersertifikasi, diharapkan standar layanan perpustakaan di berbagai daerah dapat semakin merata dan profesional,” tutupnya.

Artikel ini telah dibaca 19 kali

badge-check

Writer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Lainnya

Ramai di Medsos, Selain Anggaran Miliaran, Keamanan Website Pemprov Kalsel Diduga Bocor

31 May 2026 - 15:31

Berbaur dengan Jemaah, Anggota DPR RI H. Sudian Noor Wukuf Bersama Jemaah Haji Kalsel

27 May 2026 - 20:40

Hak Arbain Jemaah Haji Disorot, Timwas Haji DPR Minta Koordinasi Daker dan Kemenhaj Diperbaiki

25 May 2026 - 12:35

Tuding Ada Pengabaian Hak Masyarakat, Warga Sidomulyo I Datangi PN Banjarbaru

23 May 2026 - 08:08

Penemuan Jasad Bayi Gegerkan Jalan Karang Anyar 3 Banjarbaru

23 May 2026 - 07:53

Stok Hewan Kurban di Kalsel Dipastikan Aman, Sapi Surplus Ribuan Ekor

21 May 2026 - 08:47

Trending di Ekonomi