Kalseldaily.com Tabalong – Forum Diskusi Strategis terkait Kajian Potensi Penumpang dan Kargo Transportasi Udara di Kabupaten Tabalong berhasil menghimpun dukungan penuh dari berbagai pemangku kepentingan. Forum ini menyepakati percepatan aktivasi Bandara Warukin sebagai motor penggerak konektivitas dan pertumbuhan ekonomi kawasan, Jumat (13/2/2026).
Kegiatan yang digelar di Hotel Mercure, Jakarta Pusat ini dihadiri sejumlah pimpinan daerah, di antaranya M. Noor Rifani, Bupati Barito Timur, Ketua DPRD Kabupaten Tabalong, serta Wakil Bupati Hulu Sungai Tengah. Turut hadir perwakilan Kementerian Perhubungan, jajaran SKPD terkait, hingga Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Paser.
Antusiasme juga datang dari sektor swasta dan maskapai penerbangan. Sejumlah perusahaan besar seperti PT Adaro Indonesia, PT Alamtri Resources Indonesia, PT Putera Perkasa Abadi, dan PT Bukit Makmur Mandiri Utama hadir dalam forum tersebut. Dari pihak maskapai, turut hadir Pjs Vice President Airport-Training Pelita Air Service serta Chief Commercial Officer Fly Jaya.
Konsultan dari PT Fistlight, Aldyto Wahana, memaparkan bahwa besarnya potensi industri di Tabalong dan wilayah sekitarnya menjadi landasan kuat untuk pengoperasian kembali Bandara Warukin. Menurutnya, aktivasi bandara akan memperkuat konektivitas lintas daerah, meliputi Balangan, Hulu Sungai Utara, Hulu Sungai Tengah, hingga Kabupaten Paser.
Bupati Tabalong, M. Noor Rifani, menegaskan bahwa pengembangan operasional Bandara Warukin mendapat sambutan sangat positif dari seluruh peserta forum. Ia menyebut bandara bukan lagi sekadar fasilitas pendukung, melainkan kebutuhan strategis daerah.
“Keberadaan bandara telah menjadi kebutuhan strategis yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan investasi, sekaligus meningkatkan kelancaran mobilitas masyarakat Tabalong dan daerah sekitarnya karena waktu tempuh perjalanan menjadi lebih singkat,” ujar Noor Rifani.
Ia juga mengungkapkan langkah konkret yang akan ditempuh pemerintah daerah ke depan, yakni penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara pemerintah daerah, maskapai, dan dunia usaha.
“Tahun depan, Pemerintah Kabupaten Tabalong mengupayakan perpanjangan landasan pacu dari 1.400 meter menjadi 1.600 meter. Target kami, pesawat jenis Boeing ke depannya dapat mendarat di sini,” katanya.
Dukungan serupa disampaikan Bupati Barito Timur, M. Yamin, yang menilai operasional Bandara Warukin akan memberi dampak luas bagi kawasan perbatasan Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.
“Bandara ini akan mengakselerasi pengembangan pariwisata dan mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan lintas daerah,” ujarnya.
Sementara dari kalangan industri, External Relation Division Head PT Adaro Indonesia, Rinaldo Kurniawan, menilai reaktivasi Bandara Warukin akan meningkatkan efisiensi operasional perusahaan.
“Dari sisi industri, keberadaan bandara ini akan memangkas waktu dan biaya perjalanan, sehingga operasional perusahaan menjadi jauh lebih efisien,” ungkapnya.
Forum ini sekaligus memaparkan simulasi estimasi tarif penerbangan berdasarkan KM 106 Tahun 2019 dengan asumsi pesawat berkapasitas 30 penumpang. Rute Warukin–Banjarmasin diperkirakan sekitar Rp734 ribu, Warukin–Balikpapan Rp900 ribu, Warukin–Surabaya hingga Rp2 juta, dan Warukin–Jakarta (Bandara Halim Perdanakusuma) mencapai sekitar Rp3,3 juta. (Daily/Fin)















Leave a Reply