Menu

Mode Gelap

Banjarmasin

Banjarmasin Kekurangan Dokter Forensik dan Urologi, Dinkes Siapkan Rekrutmen


 Criminalist exploring fingerprints with magnifying glass, closeup Perbesar

Criminalist exploring fingerprints with magnifying glass, closeup

Kalseldaily.com Banjarmasin – Ketersediaan dokter spesialis di Kota Banjarmasin secara umum masih dinilai mencukupi. Namun, sejumlah bidang medis tertentu masih mengalami kekurangan tenaga, khususnya dokter spesialis forensik dan bedah urologi.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Muhammad Ramadhan, mengatakan kebutuhan dokter spesialis di 13 rumah sakit yang ada di kota tersebut, baik rumah sakit pemerintah maupun swasta, masih memenuhi standar sesuai kelas rumah sakit dan ketentuan akreditasi.

Berdasarkan data Sistem Informasi Sumber Daya Manusia Kesehatan (SISDMK), jumlah dokter spesialis di Banjarmasin saat ini mencapai 304 orang, ditambah 47 dokter subspesialis. Untuk tempat praktik, tercatat ada 589 Surat Izin Praktik (SIP) dokter spesialis serta 95 SIP dokter subspesialis.

“Secara umum jumlahnya masih mencukupi sesuai standar kelas rumah sakit, regulasi Kementerian Kesehatan, serta ketentuan akreditasi,” ujar Ramadhan.

Meski demikian, ia mengakui distribusi tenaga dokter spesialis di berbagai bidang belum sepenuhnya merata. Beberapa bidang medis masih kekurangan tenaga, terutama dokter forensik dan spesialis bedah urologi.

Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi beberapa faktor, seperti minat dokter yang masih terbatas pada bidang tertentu serta kesiapan sarana dan prasarana di rumah sakit.

“Untuk spesialis tertentu seperti dokter forensik dan bedah urologi memang masih kurang. Selain faktor peminatan, kesiapan fasilitas juga menjadi pertimbangan,” jelasnya.

Kekurangan tenaga pada bidang tertentu ini berdampak pada pelayanan kasus khusus di rumah sakit. Untuk layanan forensik maupun bedah toraks, rumah sakit terkadang harus mendatangkan dokter dari luar daerah atau merujuk pasien ke luar Kalimantan.

“Hal ini tentu berpengaruh pada biaya serta kecepatan pelayanan bagi masyarakat,” ungkap Ramadhan.

Sebagai langkah penguatan layanan kesehatan, Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin berencana merekrut 12 dokter spesialis melalui skema kontrak atau Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di RSUD Sultan Suriansyah.

Selain itu, pemerintah kota juga mendorong dokter yang bekerja di lingkungan Pemko Banjarmasin untuk melanjutkan pendidikan melalui Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) dengan memanfaatkan program beasiswa dari Kementerian Kesehatan.

Kerja sama dengan Universitas Lambung Mangkurat juga terus diperkuat, di mana RSUD Sultan Suriansyah menjadi salah satu lokasi praktik bagi program residensi dokter spesialis.

Ramadhan menegaskan, pemenuhan tenaga medis harus diimbangi dengan kesiapan fasilitas pendukung di rumah sakit agar pelayanan kesehatan dapat berjalan optimal.

“Dokter spesialis tidak bisa berdiri sendiri. Sarana dan prasarana harus memadai agar pelayanan kepada masyarakat bisa maksimal,” pungkasnya. (Daily/Fin)

Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Writer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Lainnya

Kunjungi BWS Kalimantan III, Sudian Noor Dorong Akses Air untuk Rakyat dan Pertanian

18 April 2026 - 12:01

Dispersip Kalsel Dorong Profesionalisme Pustakawan Lewat Sertifikasi di Era Digital

16 April 2026 - 16:06

Ketua BKOW Kalsel drg. Ellyana Trisya Hasnuryadi, Silaturahmi Sekaligus Edukasi Kesehatan Lansia

11 April 2026 - 22:39

Klinik di Banjarbaru Edarkan Obat Tanpa Izin, Satu Tersangka Diamankan

9 April 2026 - 13:43

Puluhan Siswa  Alami Gangguan Kesehatan Usai Konsumsi MBG

8 April 2026 - 20:25

ACFFEST Movie Day 2026 Resmi Digelar, KPK Ajak Sineas Kalsel Lawan Korupsi

8 April 2026 - 18:40

Trending di Banjar