Menu

Mode Gelap

Nasional

Komisi II DPR Dukung WFH ASN, Asal Tak Ganggu Pelayanan Publik


 Antara Foto Perbesar

Antara Foto

Kalseldaily.com Jakarta – Pimpinan Komisi II DPR RI menyatakan dukungannya terhadap rencana pemerintah yang mempertimbangkan skema bekerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) sebagai langkah penghematan anggaran di tengah situasi konflik di Timur Tengah.

Ketua Komisi II DPR RI, Muhammad Rifqinizamy Karsayuda, menegaskan kebijakan tersebut dapat diterapkan selama tidak mengganggu pelayanan publik kepada masyarakat.

“Yang terpenting bagi kami adalah program WFA atau work from anywhere itu sama sekali tidak mengganggu pelayanan publik,” kata Rifqi mengutip dari Kompas Sabtu (14/3).

Menurutnya, jika pemerintah menerapkan kebijakan WFH bagi ASN, maka setiap kementerian dan lembaga harus memiliki Key Performance Indicator (KPI) yang jelas. Hal ini diperlukan agar seluruh pekerjaan tetap dapat diselesaikan dengan baik meskipun pegawai tidak bekerja secara langsung di kantor.

Ia menegaskan, perubahan sistem kerja dari konvensional ke WFH tidak boleh menurunkan kualitas pelayanan publik maupun kinerja pemerintahan.

“Kita tidak boleh mentolerir kalau konversi dari kegiatan konvensional ke WFH justru membuat pelayanan publik dan kegiatan pemerintahan terganggu,” ujarnya.

Sepanjang dua hal tersebut dapat dijaga, Komisi II DPR RI menyatakan mendukung langkah pemerintah tersebut. Menurut Rifqi, kebijakan ini dapat menjadi salah satu cara untuk melakukan efisiensi biaya operasional birokrasi di tengah potensi tekanan terhadap anggaran negara.

Ia menjelaskan, konflik di Timur Tengah berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi, termasuk kenaikan harga minyak dunia yang dapat berdampak pada subsidi energi serta nilai tukar rupiah.

“Tujuannya adalah agar fluktuasi dan kontraksi APBN akibat konflik Timur Tengah, terutama terkait subsidi BBM dan potensi pelemahan rupiah, tetap bisa dikendalikan,” jelasnya.

Meski demikian, Rifqi menegaskan pemerintah tetap harus memastikan bahwa postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap berpihak kepada masyarakat.

Menurutnya, berbagai subsidi yang menyentuh langsung kebutuhan rakyat, seperti subsidi pupuk, pangan, bantuan sosial, hingga subsidi BBM bagi masyarakat yang membutuhkan, harus tetap dipertahankan.

Sebelumnya, Prabowo Subianto mengungkapkan rencana pemerintah untuk melakukan penghematan anggaran menyusul meningkatnya ketegangan di Timur Tengah setelah serangan yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Dalam sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Presiden menyebut sejumlah opsi penghematan yang dapat dilakukan, di antaranya penerapan WFH bagi ASN, efisiensi operasional, hingga pengurangan konsumsi bahan bakar minyak.

“Nah, jadi ini saya minta dibicarakan nanti oleh para menko. Berapa hari kita lihat dan kita pikirkan. Dulu kita atasi Covid-19, berhasil kita dan kita mampu,” kata Prabowo.

Ia menambahkan, langkah penghematan perlu dipertimbangkan agar defisit APBN tidak semakin melebar akibat potensi kenaikan harga minyak dunia di tengah konflik global. (Daily/Fin)

SC: Kompas

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Writer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Lainnya

Prabowo Lantik Hanif Faisol Nurofiq sebagai Wamenko Pangan

27 April 2026 - 21:06

Lawan Petugas Saat Ditangkap, Anggota KKB Tewas Ditembak di Puncak Jaya

23 April 2026 - 09:23

Bareskrim Sita 56 Ribu iPhone Ilegal Senilai Rp 225 M

21 April 2026 - 19:09

Avtur Meroket di April 2026, Biaya Operasional Maskapai Dipastikan Terkerek

20 April 2026 - 10:19

Habib Aboe Bakar Alhabsyi Menangis Minta Maaf ke Ulama Madura Usai Pernyataan Soal Narkoba

15 April 2026 - 13:10

Soroti Pemondokan Haji Jauh dari Masjidil Haram, H. Sudian Noor Minta Kemenhaj Jangan Abaikan Kenyamanan Jemaah

14 April 2026 - 19:02

Trending di Nasional