Kalseldaily.com Banjarbaru – Volume sampah di Banjarbaru mengalami peningkatan sekitar 10 persen setelah perayaan Idulfitri. Kenaikan ini dipicu aktivitas masyarakat yang membersihkan rumah dan lingkungan, serta meningkatnya konsumsi selama Lebaran.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarbaru, Shanty Eka Septiani, mengatakan produksi sampah harian kini mencapai sekitar 195 hingga 200 ton per hari, lebih tinggi dibandingkan hari normal.
“Jenis sampah yang paling mendominasi adalah sisa makanan atau organik, kemudian botol plastik, kaleng, hingga furnitur rumah tangga. Selain itu, cukup banyak juga sampah dari tebangan pohon di halaman rumah warga,” ujarnya, Minggu (29/3).
Menurutnya, momentum menjelang dan setelah Lebaran memang kerap dimanfaatkan warga untuk menata ulang kebersihan rumah, sehingga berdampak pada meningkatnya volume sampah.
Secara wilayah, lonjakan tertinggi tercatat di Kecamatan Liang Anggang, disusul Kecamatan Landasan Ulin dan Kecamatan Banjarbaru Selatan. Hal ini dipengaruhi kepadatan permukiman serta meningkatnya aktivitas masyarakat selama Lebaran.
DLH juga sempat menghadapi kendala saat hujan turun. Antrean kendaraan pengangkut sampah terjadi di TPA Regional Banjarbakula, sehingga sebagian armada dialihkan ke TPA Gunung Kupang untuk mengurai kepadatan.
Sebagai langkah antisipasi, DLH meningkatkan frekuensi pengangkutan sampah di sejumlah titik dari satu kali menjadi dua kali ritase per hari. Petugas juga diberlakukan lembur pada lokasi yang diperkirakan mengalami lonjakan.
“Jumlah armada tetap, namun kami melakukan penyesuaian pada personel dengan sistem lembur di titik-titik tertentu,” jelas Shanty.
Penyesuaian juga dilakukan pada jam kerja petugas kebersihan. DLH memastikan langkah tersebut dilakukan agar kebersihan kota tetap terjaga di tengah meningkatnya volume sampah pasca Lebaran. (Daily/Fin)















Leave a Reply